KAMPAR, Juangsumatera.com – Kelangkaan minyak Solar subsidi di daerah Kabupaten Kampar Provinsi Riau sudah 1 bulan lebih. Mobil dump truk pelangsir minyak Solar dan mobil – mobil pribadi yang telah di modifikasi tengki minyak nya juga banyak sebagai pelangsir minyak Solar subsidi.
Keuntungan yang menggiurkan sebagai pelangsir minyak Solar subsidi yang disalurkan ke pihak industri pertambangan dan perkebunan. Dengan harga minyak Solar subsidi per liter di SPBU Rp.6.800 dan dan dijual per liter ke pihak Industri pertambangan bekisar antara Rp.11.000 sampai Rp.12.000.
Salah seorang warga Bangkinang Kota yang tidak mau disebut namanya kepada Juangsumatera.com, Rabu (29/7/2026) mengatakan, kelangkaan minyak Solar subsidi didaerah Kabupaten Kampar salah satu penyebab karena terlalu banyak nya mobil dump truk pelangsir dan mobil pribadi yang telah dimodifikasi tengki minyak nya juga banyak sebagai pelangsir minyak Solar subsidi.
“Mobil – mobil dump truk pelangsir minyak Solar subsidi kerjanya hanya melangsir dari SPBU ke tempat usaha pertambangan batu dan pasir dan ada juga ketempat gudang penampungan minyak Solar subsidi,” ungkapnya.
Para pelangsir menjual minyak Solar subsidi dengan harga perliter nya bekisar antara Rp.11.000 sampai Rp.12.000 kepada usaha pertambangan, terang nya.
Kelangkaan minyak Solar subsidi di daerah Kabupaten Kampar karena banyaknya minyak subsidi tersebut mengalir pihak industri pertambangan dan perkebunan untuk alat berat mereka dan termasuk untuk mobil tronton mereka.
Dilain sisi nya katanya, alat berat dan mobil tronton pengakut hasil pertambangan tidak boleh memakai minyak Solar subsidi. Tapi faktanya dilapangan banyak ditemukan minyak Solar subsidi mengalir ke usaha pertambangan dan perkebunan.
“Wajar saja terjadi kelangkaan minyak Solar subsidi di daerah Kabupaten Kampar karena terlalu banyak minyak Solar subsidi mengalir ke tempat usaha pertambangan batu dan pasir untuk alat mereka,” terangnya.
Kita menilai, masih lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelewengan minyak Solar subsidi, sehingga pelaku pelangsir minyak Solar dengan leluasa mendapatkan minyak Solar subsidi.di daerah Kabupaten Kampar.
Salah seorang warga Kampar, Ana mengatakan kelangkaan minyak Solar subsidi didaerah Kabupaten Kampar sangat dirugikan masyarakat. Kita sebagai masyarakat harus antri berjam – jam lamanya di SPBU.
“Sudah seharusnya para pelangsir minyak Solar subsidi ditertibkan dan ditindak sesuai aturan yang berlaku di Indonesia,” serunya. (tim)


