KAMPAR, Juangsumatera.com – Kabupaten Kampar Provinsi Riau salah satu daerah penghasil minyak bumi dan minyak sawit. Dibawah minyak dan diatas minyak, kelangkaan minyak solar masih terjadi.
Menurut pantauan Juangsumatera.com, Sabtu siang (31/10)/2026), bahwa di SPBU Salo antrian panjang mobil dump truk, bus dan mobil pribadi sudah panjang dipinggir jalan. Di SPBU simpang Stanum mobil antri sepi karena minyak solar belum datang. Di SPBU Bangkinang Kota, antrian panjang mobil dump truk dan mobil pribadi sudah sampai ke simpang Arahman Saleh, walaupun minyak solar belum ada.
Supir minibus yang mengaku namanya Dodi mengatakan, kelangkaan minyak solar subsidi kembali terjadi di beberapa SPBU di Kabupaten Kampar. Kita harus anttri berjam – jam lamanya untuk mendapatkan minyak solar.

“Terpaksa harus antri berjam – jam lamanya di SPBU untuk mendapatkan minyak solar. Kalau tidak antri tidak dapat minyak solar. Waktu banyak habis untuk antri di SPBU,” ungkap Dodi.
Diterangkan lebih lanjut olehnya, seminggu yang lalu minyak solar di SPBU di wilayah Kabupaten Kampar mulai normal dan tidak panjang antrian mobil untuk mengisi minyak solar.
“Sekarang ini antrian panjang mobil dump truk, bus dan mobil pribadi di SPBU sangat luar biasa. Harus antri berjam – jam lamanya untuk mendapatkan minyak solar,” terang Dodi.
Salah seorang warga Kampar yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kelangkaan minyak solar subsidi sudah mulai kembali terjadi. Seminggu yang lalu masyarakat sudah mulai bahagia, karena antrian panjang mobil di SPBU tidak ada lagi.
Diterangkan nya lebih lanjut, sekarang ini antrian panjang mobil dump truk, bus dan mobil pribadi disejumlah SPBU sudah mulai terjadi kembali. (tim)


