Jakarta, Juangsumatera.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Masyarakat diimbau tetap menjaga kerukunan apabila terjadi perbedaan waktu perayaan Lebaran.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mengatakan sidang isbat akan mempertimbangkan hasil hisab atau perhitungan astronomi terkait posisi hilal awal Syawal. Hasil tersebut kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal atau pemantauan hilal.
”Sidang isbat akan mempertimbangkan hasil hisab atau perhitungan secara astronomis terkait posisi hilal awal Syawal sebagai informasi awal yang kemudian dikonfirmasi melalui mekanisme rukyatul hilal atau pemantauan hilal,” kata Thobib kepada wartawan, Selasa (10/3/2026) dikutip dari detiknews.
Thobib menjelaskan hasil hisab dan rukyat nantinya akan dibahas bersama sejumlah pihak yang diundang dalam sidang isbat. Di antaranya jajaran Kemenag, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Planetarium, Badan Hisab dan Rukyat, organisasi masyarakat Islam, hingga para duta besar negara sahabat.
Ia mengatakan pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk memastikan tanggal Lebaran tahun ini.
”Kalau ditanya prediksi Lebaran, kita tentu masih menunggu hasil sidang isbat awal Syawal yang sidangnya akan berlangsung pada 19 Maret 2026,” ujarnya.
Thobib menyebut apabila sidang isbat menetapkan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka perayaannya akan bersamaan dengan keputusan Muhammadiyah. Namun jika jatuh pada 21 Maret 2026, maka ada kemungkinan berbeda.
”Apapun hasilnya kita akan mematuhi. Jika sidang isbat menetapkan Lebaran bertepatan 20 Maret 2026, berarti kita berbarengan dengan teman-teman Muhammadiyah,” katanya.
Meski begitu, ia berharap masyarakat tetap menjaga kerukunan apabila terdapat perbedaan penetapan hari raya.
”Kita berharap baik berlebaran bersama-sama atau pada hari berbeda, umat Islam tetap saling menghormati dan menjaga harmoni. Pada momen Idulfitri, semua bisa saling berbagi kebahagiaan dan saling memaafkan,” ungkapnya.
Thobib juga mengingatkan bahwa pada 19 Maret 2026 umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi. Karena itu, masyarakat diminta saling menghormati dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
”Apalagi saat berdekatan, yaitu tanggal 19 Maret, saudara-saudara kita umat Hindu akan merayakan Nyepi. Semuanya diharapkan bisa saling menghormati dan menjaga kerukunan meski berbeda yang selama ini telah kita buktikan,” ujarnya.
Sidang isbat penentuan Idul Fitri 1447 H rencananya digelar oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.(red)


