By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: AS Sepakat Cairkan Aset Iran Rp102,5 T, Selama ini Dibekukan di Qatar
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

AS Sepakat Cairkan Aset Iran Rp102,5 T, Selama ini Dibekukan di Qatar

By Redaksi Published 11 April 2026
Share
3 Min Read
Amerika Serikat cairkan aset milik Iran
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Amerika Serikat (AS) dikabarkan sepakat mencairkan aset Iran yang selama ini dibekukan di Qatar dan sejumlah bank asing.

Langkah itu disebut sebagai sinyal keseriusan Washington untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Pencairan dana tersebut dikabarkan berkaitan langsung dengan upaya menjamin jalur aman pelayaran di Selat Hormuz, yang diperkirakan menjadi salah satu isu penting dalam negosiasi Iran-AS, seperti yang dikutip Reuters, Sabtu (11/4/2026) dikutip dari CNN Indonesia.

Gedung Putih disebut sepakat melepas dana Iran senilai US$6 miliar atau sekitar Rp102,5 triliun (asumsi kurs Rp17.089 per dolar AS) yang tersimpan di Qatar.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai kabar tersebut. Kementerian Luar Negeri Qatar juga belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar.

Aset tersebut sejatinya sudah lama menjadi perhatian. Uang tersebut pertama kali dibekukan pada 2018 dan sempat direncanakan cair pada 2023 sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara AS dan Iran.

Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden kembali membekukan dana itu setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Saat itu, pejabat AS menegaskan Iran tidak akan dapat mengakses dana tersebut dalam waktu dekat, dan Washington tetap memiliki kewenangan untuk membekukannya kembali sepenuhnya.

Dana itu berasal dari hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan. Semula, aset tersebut tertahan di bank-bank Korea Selatan.

Kondisi itu terjadi setelah Presiden Donald Trump kembali menjatuhkan sanksi ke Iran pada 2018, saat masa jabatan pertamanya, dan membatalkan perjanjian nuklir antara Teheran dan negara-negara besar dunia.

Dalam skema pertukaran tahanan AS-Iran pada September 2023 yang dimediasi Doha, dana itu kemudian dipindahkan ke rekening bank di Qatar.

Kesepakatan tersebut melibatkan pembebasan lima warga negara AS yang ditahan di Iran, sebagai imbalan atas pencairan dana itu dan pembebasan lima warga Iran yang ditahan di AS.

Kala itu, pejabat AS menegaskan dana tersebut hanya boleh digunakan untuk keperluan kemanusiaan, seperti pangan, obat-obatan, alat kesehatan, dan barang pertanian, di bawah pengawasan Departemen Keuangan AS.

Melansir Euronews, nilai total aset Iran yang dibekukan di luar negeri diperkirakan melebihi US$100 miliar.

Akses terhadap dana tersebut dinilai sangat penting bagi Iran, terutama karena sanksi selama bertahun-tahun telah menekan cadangan devisa negara itu, memperlemah kurs rial, dan memperburuk inflasi.

Isu aset beku memang menjadi salah satu tuntutan utama Iran dalam negosiasi dengan Washington. Selain meminta akses ke dana yang tertahan di luar negeri, Teheran juga mendorong pencabutan sanksi utama dan sekunder yang dijatuhkan AS. (anm/sfr/red)

Redaksi 11 April 2026 11 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Jelang Negosiasi AS dan Iran, Kapal Berbondong-bondong ke Selat Hormuz
Next Article Bos JP Morgan Buka Suara Terkait Dampak Perang AS dan Israel Vs Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

1 Juta Warga Eropa Tanda Tangan Petisi UE Putus Dari Israel

15 April 2026
Nasional

Prabowo Temui Macron di Paris, Kerjasama Strategis Jadi Sorotan

15 April 2026
Nasional

Seskab : Pertemuan 5 Jam Prabowo dan Putin Hasilkan Kesepakatan Energi

14 April 2026
Nasional

Prabowo-Putin Lakukan Pertemuan Intens, Bahas Soal Ini !

14 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?