TEHERAN, Juangsumatera.com – Beberapa kapal terpantau sedang menuju Selat Hormuz seiring dimulainya perundingan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan.
Menurut situs MarineTraffic, sejumlah kapal yang kebanyakan dari China, telah melintasi selat tersebut atau sedang dalam perjalanan dari Teluk Persia menuju ke sana.
Dilansir CNN, Sabtu (11/4/2026) dan dikutip dari KOMPAS.com, sebuah kapal pengangkut barang asal China telah melintas tadi malam usai berangkat dari pelabuhan Umm Qasr di Irak hampir sebulan yang lalu.
Dua kapal tanker minyak mentah China, masing-masing berkapasitas sekitar 300.000 ton, sedang menuju Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). Keduanya tampak terisi penuh dan berlayar dekat dengan pantai Iran.
Kemudian, sebuah kapal tanker gas alam cair berbendera Botswana tampaknya melakukan upaya kedua untuk meninggalkan Teluk setelah berbalik arah pada Jumat (10/4/2026) pagi.
Meski demikian, kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh lebih kecil dari biasanya, sekitar 100 kapal per hari.
Menurut kantor berita Iran Tasnim, kondisi saat ini untuk transit kapal tanker melalui Selat Hormuz merupakan tanggapan atas apa yang diklaim Teheran sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh AS.
Itu termasuk serangan berkelanjutan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon. Iran menegaskan, kapal hanya dapat melewati selat tersebut dengan persetujuannya.
Seperti diketahui, Iran menutup dan mengendalikan Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Negeri Persia tersebut.
Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan “tarif tol” untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam bentuk aset kripto atau yuan China.
Langkah ini dinilai sebagai strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan AS. (red)


