By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Singapura Mulai Waspada Dapat Bencana Kiriman Dari Indonesia
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Singapura Mulai Waspada Dapat Bencana Kiriman Dari Indonesia

By Redaksi Published 28 Juni 2026
Share
5 Min Read
Photo kabut asap di Singapura pada tahun 2019
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Singapura mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kembalinya bencana kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang diperkirakan mengancam kawasan Asia Tenggara pada paruh kedua 2026.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah Singapore Institute of International Affairs (SIIA) mengeluarkan peringatan risiko tertinggi atau “puncal bahaya” dalam laporan Haze Outlook 2026, yang memprediksi periode Agustus hingga September menjadi masa paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ketua SIIA Simon Tay mengatakan, prakiraan musim kemarau yang lebih ekstrem memang meningkatkan risiko, namun kondisi tersebut tidak berarti bencana kabut asap tidak dapat dicegah.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan di seluruh rantai pasok, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menghadapi tekanan ekonomi.

“Tantangannya adalah memastikan bahwa praktik-praktik berkelanjutan dipertahankan di seluruh rantai pasokan, termasuk oleh usaha kecil dan menengah yang mungkin beroperasi di bawah tekanan ekonomi yang lebih ketat,” ujarnya mengutip Channel News Asia, Minggu (28/6/2026) dan dilansir dari CNBC Indonesia.

Dalam laporannya, SIIA menilai Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei berpotensi terdampak kabut asap apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat fenomena El Nino.

Hal ini merupakan kali kedua sejak laporan tersebut diterbitkan pada 2019 lembaga tersebut mengeluarkan status risiko tertinggi, setelah sebelumnya dilakukan pada 2023 saat kabut asap kembali menyelimuti Singapura akibat meningkatnya titik panas di Sumatra.

Kabut asap kembali melanda Singapura pada tahun itu seiring melonjaknya titik api di beberapa wilayah Sumatra di tengah kondisi kekeringan yang dipicu oleh fenomena El Niño. Kabut asap lintas batas sebagian besar berasal dari kebakaran hutan dan gambut di kawasan tersebut.

Laporan tersebut menjelaskan, ancaman kabut asap tahun ini disebabkan oleh kombinasi sejumlah faktor. Selain fenomena El Nino yang diperkirakan memicu cuaca lebih panas dan curah hujan yang lebih rendah, meningkatnya permintaan biofuel dunia juga dikhawatirkan mendorong sebagian pelaku usaha membuka lahan dengan cara pembakaran yang lebih murah namun tidak berkelanjutan.

Apalagi, tekanan terhadap sektor pertanian akibat kenaikan biaya energi dan pupuk juga dinilai dapat memperbesar risiko tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti kondisi Indonesia yang akan menghadapi musim kemarau berisiko tinggi pertama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Disebutkan bahwa anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kementerian Kehutanan maupun sejumlah pemerintah daerah berada di bawah tekanan seiring kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kesiapan pencegahan maupun penanganan kebakaran apabila jumlah titik api meningkat selama musim kemarau.

Menurut SIIA, musim kemarau 2026 akan menjadi ujian penting bagi efektivitas sistem pencegahan kebakaran dan tata kelola lahan di kawasan. Apabila langkah mitigasi tidak dilakukan secara optimal, kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut berpotensi berkembang menjadi sumber kabut asap lintas negara yang kembali mengganggu aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kesehatan masyarakat di Asia Tenggara.

Laporan itu mencatat bahwa Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Polusi Kabut Asap Lintas Batas yang baru saja diresmikan bertujuan untuk memperkuat koordinasi kebijakan terkait mitigasi kabut asap dan pengelolaan lahan, sebagai pelengkap data ilmiah dan pemantauan kabut asap melalui satelit yang disediakan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN di Singapura.

Secara historis, SIIA mengingatkan bahwa bencana kabut asap terbesar di kawasan terjadi ketika fenomena El Nino berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD), seperti yang terjadi pada 1997-1998, 2015, dan 2023.

Untuk 2026, lembaga tersebut mengutip data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat yang memperkirakan peluang terjadinya El Nino kuat mencapai 63%.

“Kondisi cuaca pada sisa bulan-bulan tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu musim kemarau terpanas dan terkering yang pernah tercatat, sehingga meningkatkan risiko kebakaran lahan yang dapat menyebar di luar kendali,” kata SIIA dalam laporannya.

Kondisi yang lebih kering dan hangat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran lahan gambut dan vegetasi di wilayah tersebut. (rob/haa/red)

Redaksi 28 Juni 2026 28 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Polri Ungkap Kasus Impor Ilegal Berpotensi Rugikan Hingga Rp 1 T
Next Article Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Posisi Gibran Sebagai Wapres Seharusnya Gugur

2 November 2026
Nasional

BNPB Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi Potensi Banjir dan Longsor

2 November 2026
Nasional

Pesawat Jatuh Tak Jauh Dari Kediaman Trump di Florida, 9 Orang Tewas

2 November 2026
Nasional

Buruh Ngamuk Tuntut Gaji Naik, Puluhan Pabrik Tutup

1 November 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?