By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Ratusan Gelondongan Kayu Banjir Sumatera Diangkut Kemenhut
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Ratusan Gelondongan Kayu Banjir Sumatera Diangkut Kemenhut

By Redaksi Published 6 Januari 2026
Share
3 Min Read
Kayu gelondongan banjir Sumatera
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan mengangkut ratusan kayu gelondongan dari Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, tiga wilayah terdampak banjir dan longsor sejak pertengahan November 2025.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan menyampaikan, petugas mengerahkan 28 unit alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu yang menghambat akses jalan, halaman rumah warga, dan fasilitas pendidikan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Memasuki hari ke-16, tercatat kayu yang dikumpulkan mencapai 300 batang dengan volume 469,26 meter kubik.

“Kami memprioritaskan pembersihan kayu yang menghalangi akses jalan, permukiman, dan fasilitas umum. Kayu yang masih bernilai guna kami pilah dan data agar bisa dimanfaatkan secara tertib untuk kebutuhan darurat warga,” kata Subhan dalam keterangannya, dilansir Selasa (6/1/2026) dan dikutip dari KOMPAS.com.

Kayu-kayu tersebut, lanjut dia, digunakan kembali untuk membangun hunian sementara (huntara) bagi korban banjir Sumatera. Ia menambahkan, dua unit huntara tengah dibangun dan satu unit lainnya telah rampung.

Di Sumatera Utara penanganan pasca bencana dipusatkan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tim gabungan mengerahkan 20 unit alat berat serta 10 dump truck untuk pemilahan kayu, normalisasi Sungai Garoga, pembersihan rumah warga, serta penataan lingkungan. Sejumlah segmen pemilahan kayu bahkan telah mencapai 100 persen sesuai peta kerja.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menjelaskan bahwa penanganan dilakukan seiring dengan penyiapan hunian bagi masyarakat.

Selain pembersihan dan pemilahan kayu, kami juga mendukung penyiapan lahan untuk huntara dan huntap (hunian tetap). Kayu yang terdata akan dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat sesuai ketentuan,” papar Novita.

Dia melaporkan, sebanyak 426 batang kayu bulat dengan volume 253,85 meter kubik serta 154 keping dengan volume 4,236 meter kubik kayu gergaji terkumpul dari wilayah Garoga.

Kemenhut juga menggelar bersih-bersih material kayu di Sumatera Barat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat, bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan, dan Dinas Kehutanan Provinsi.

Petugas mengidentifikasi dan mendata kayu hanyutan di Pantai Padang serta di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji dan Sungai Air Dingin. Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono menyatakan proses pendataan masih berlangsung.

“Saat ini kami masih melakukan penghitungan jumlah dan jenis kayu hanyutan di beberapa lokasi. Data ini akan menjadi dasar pemanfaatan kayu sisa bencana setelah tim pemanfaatan ditetapkan melalui SK (Surat Keputusan) Gubernur,” ucap Hartono.

Kemenhut memastikan, kegiatan penanganan pasca bencana akan terus dilanjutkan dengan pembaruan data secara berkala. Tujuannya agar pemanfaatan kayu sisa bencana berjalan tertib, transparan, dan memberikan manfaat langsung untuk masyarakat terdampak. (red)

Redaksi 6 Januari 2026 6 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article KPK Siap Jalankan KUHP dan KUHAP Baru, Penyesuaian Sambil Proses
Next Article Trump Buru Kapal Hantu Rusia Terkait Venezuela
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

BGN Suspend Ratusan Dapur MBG

12 April 2026
Nasional

LSII : Warga Pilih Presiden Penuhi Janji Kampanye Ketimbang PPHN

12 April 2026
Nasional

AS Sepakat Cairkan Aset Iran Rp102,5 T, Selama ini Dibekukan di Qatar

11 April 2026
Nasional

Jelang Negosiasi AS dan Iran, Kapal Berbondong-bondong ke Selat Hormuz

11 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?