JAKARTA, Juangsumatera.com – Presiden RI Prabowo Subianto mewakafkan sebanyak 70.000 mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut dilakukan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyerahkan sekitar 5.620 mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat terdampak, yang disertai perlengkapan ibadah lain seperti mukena, sarung, dan sajadah.
“Ada Al-Qur’an wakaf dari Bapak Presiden yang jumlahnya 70 ribu, tapi hari ini kita bagikan 5 ribu di sini. Kemudian ada sajadah, ada sarung, ada mukena. Insyaallah mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi Bapak-Ibu sekalian,” ujar Tito dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026) dikutip dari detiknews.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Tito menutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman pada Jumat (6/3/2026).
Selain diserahkan di Banda Aceh, bantuan paket perlengkapan ibadah termasuk Al-Qur’an juga didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh. Rinciannya, Aceh Tamiang menerima 600 mushaf Al-Qur’an, Aceh Utara 300 mushaf, Aceh Timur 200 mushaf, Lhokseumawe 500 mushaf, Bireuen 100 mushaf, dan Pidie Jaya 750 mushaf.
Tito mengatakan, sisa bantuan akan disalurkan ke sejumlah daerah lainnya di Aceh seperti Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Pidie, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Nagan Raya. Bantuan tambahan juga akan kembali diberikan untuk Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, serta Pidie Jaya.
Selain Aceh, bantuan juga direncanakan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
“Mohon diberikan kepada yang berhak,” kata Tito.
Tak hanya perlengkapan ibadah, pemerintah juga menyalurkan bantuan lain berupa ribuan pakaian, selimut, serta berbagai perlengkapan sandang bagi masyarakat terdampak. Sebagian bantuan tersebut berasal dari dukungan pihak ketiga.(red)


