By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: PM Kamboja : Pusat Sindikat Scam Bikin Ekonomi Hancur
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

PM Kamboja : Pusat Sindikat Scam Bikin Ekonomi Hancur

By Redaksi Published 26 Februari 2026
Share
3 Min Read
Komputer dan alat elektronik lain nya saat digerebek di Kamboja
SHARE

PHNOM PENH, Juangsumatera.com – Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet mengatakan, keberadaan pusat sindikat scam merusak perekonomian dan merusak citra negaranya.

Hun Manet secara tegas menepis tudingan yang menyebut pemerintahannya terlibat dalam jaringan kriminal tersebut. “Inilah alasan kita perlu membersihkan ini (scam),” ujarnya dalam sebuah wawancara, dikutip dari AFP, Kamis (26/2/2026) dan dilansir dari KOMPAS.com.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kamboja telah muncul sebagai pusat industri penipuan bernilai miliaran dollar AS. Jaringan ini kerap menjerat korban dari seluruh dunia melalui modus hubungan romantis palsu (love scam) hingga investasi kripto bodong.

Dia mengakui bahwa aktivitas ilegal ini secara tidak langsung sempat menggerakkan beberapa sektor bisnis dan membuka lapangan kerja. Namun, ia membantah keras anggapan bahwa negara mendulang keuntungan dari sana.

“Pusat penipuan itu mungkin menghasilkan beberapa dampak langsung pada real estate, pada beberapa investasi, pembangunan, pembelian,” kata Hun Met.

Menurut para ahli, Kamboja diperkirakan menampung puluhan pusat penipuan yang dioperasikan oleh sekitar 100.000 orang.

Laporan United States Institute of Peace tahun 2024 bahkan menaksir keuntungan dari scam siber di negara itu mencapai 12,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 209 triliun) per tahun, setara dengan setengah PDB formal Kamboja.

“Banyak orang mengatakan bahwa PDB Kamboja bergantung pada penipuan. Tidak. Kami bergantung pada ekonomi murni seperti pariwisata, manufaktur, dan lainnya,” jelas dia.

Tahun lalu, tekanan dari Beijing memicu serangkaian operasi besar-besaran yang membebaskan ribuan pekerja paksa di pusat-pusat penipuan di Myanmar dan Kamboja. Puncaknya terjadi pada Januari lalu dengan penangkapan Chen Zhi, taipan kelahiran China yang telah menjadi warga negara Kamboja.

Chen Zhi, yang didakwa otoritas AS pada Oktober lalu, diketahui sempat menjabat sebagai penasihat bagi Hun Manet dan ayahnya, Hun Sen. “Kami tidak tahu bahwa dialah dalangnya,” tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan latar belakang tidak menimbulkan kecurigaan. Ia mencatat, konglomerasi Prince Group milik Chen tak hanya di Kamboja, tetapi juga di banyak negara, termasuk Inggris.

Sebelum tuduhan terhadapnya diajukan, Hun Met menganggap Chen Zhi hanyalah seorang pengusaha yang berkontribusi pada perekonomian.

“Apa pun aktivitasnya, kami tidak tahu. Pihak berwenang mengambil tindakan ketika mereka mengetahui dugaan pelanggaran tersebut,” kata dia.

Hun Manet menuturkan, Chen Zhi diekstradisi ke China, karena kewarganegaraannya. Menurutnya, pemerintah juga langsung mencabut kewarganegaraan Chen setelah terungkap adanya penggunaan dokumen palsu.

“Hal itu membuatnya hanya memiliki kewarganegaraan China yang memaksa pihak berwenang Kamboja untuk mengekstradisinya ke negara asalnya,” tambahnya. (red)

Redaksi 26 Februari 2026 26 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Jaksa Setop Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan, Sahroni : Memang Layak Dihentikan
Next Article Pengakuan Anasril, Kades Sungai Tonang Mengancam Demo ke SPPG
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Paripurna DPR Resmi Dibuka, Agenda Pengesahan Dua RUU Strategis

21 April 2026
Nasional

Kepala BGN Buka Suara Terkait Anggaran IT Tembus Rp 1,2 T

21 April 2026
Nasional

Raksasa Migas Italia Temukan Gas Jumbo di Indonesia

20 April 2026
Nasional

Andre Rosiade Bantu Pengobatan Lansia di Padang

20 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?