KAMPAR, Juangsumatera. com – Kelangkaan minyak solar subsidi di daerah Provinsi Riau semakin parah 2 bulan terakhir ini. Masyarakat antri berjam – jam di SPBU untuk mendapat kan minyak solar.
Celakanya, masyarakat harus berebut antri dengan para pelangsir minyak solar subsidi. Para pelangsir solar subsidi menjelma sebagai mesin sedot di SPBU. Para pelangsir menggunakan mobil dump truk dan mobil pribadi sebagai pelangsir. Lemah nya penegakan hukum dan lemahnya pengawasan oleh Pertamina membuat para pelangsir leluasa menggguras minyak subsidi.
Salah seorang warga Kampar, Anto kepada Juangsumatera.com, Jum, at (25/9/2026) dengan tegas mengatakan, pelangsir minyak solar subsidi terlalu banyak di Riau, mereka seolah – olah kebal dengan hukum.
“Diatas penderitaan masyarakat dan mereka melanggsir minyak solar subsidi untuk dijual ke pelaku usaha pertambangan batu dan pasir, perkebunan dan Pabtik Kelapa Sawit (PKS) untuk alat berat mereka,” ungkapnya.
Seharus nya alat berat memakai minyak industri, tetapi mereka sebagian ikut menikmati minyak solar subsidi. Wajar saja minyak solar subsidi terjadi kelangkaan di Fiau, karena banyak dinikmati oleh alat berat, kata Anto.
“Kita harus berebut antri dengan para pelangsir di SPBU untuk mendapatkan minyak solar subsidi. Berjam – berjam lama nya antri di di SPBU untuk mendapatkan minyak solar, terkadang tidak dapat minyak solar nya karena disaat giliran kita mengisi minyak dan minyak sudah habis,” terang nya.
Di tempat yang terpisah salah seorang warga Pelalawan yang tidak mau disebut namanya juga mengatakan, wajar minyak solar subsidi langka di Riau, Karena minyak solar subsidi banyak dinikmati oleh usaha pertambangan dan perkebunan untuk alat berat mereka.
Para pelaku usaha pertambangan dan perkebunan dan mereka mendapatkan minyak solar subsidi dari para pelangsir. Karena lemahnya penegakan hukum, paa pelangsir dengan leluasa mendapat kan minyak solar subsidi di SPBU dan di langsir ke tempat usaha perkebunan, pertambangan dan ke gudang tempat penyimpanan minyak solar subsidi, ungkap nya. (tim)


