By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Negosiasi Iran dan AS Temui Jalan Buntu
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Negosiasi Iran dan AS Temui Jalan Buntu

By Redaksi Published 29 April 2026
Share
5 Min Read
Presiden AS, Donald Trump
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum juga mencapai kesepakatan. Proposal baru Iran soal Selat Hormuz bikin Presiden Donald Trump tak senang.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), Trump telah mendapatkan penjelasan tentang proposal baru Iran dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4). Proposal terbaru itu memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, dengan syarat AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

Menurut sejumlah pejabat AS dan Iran, proposal itu tidak membahas apa yang harus dilakukan dengan program nuklir Teheran. Tidak diketahui secara jelas apa tepatnya yang membuat Trump tidak puas dengan proposal Iran tersebut. Namun dia telah sejak lama bersikeras pada kedua tuntutan nuklir AS tersebut.

Seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya mengatakan, jika menerima proposal Iran itu akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.

“Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers — kami telah menjelaskan dengan jelas mengenai batasan-batasan kami dan presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia,” tegas juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, kepada NYT.

Proposal baru Iran itu pertama dilaporkan oleh media AS, Axios, pada Minggu (26/4) waktu setempat, tak lama setelah melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyerahkan proposal kepada mediator Pakistan.

Menurut Axios, proposal terbaru Iran itu mengusulkan perpanjangan gencatan senjata untuk jangka waktu lama atau dibuat permanen, sedangkan perundingan nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan blokade laut AS dicabut.

AS telah bersikeras agar Iran menangguhkan pengayaan uranium setidaknya selama satu dekade dan memindahkan pasokan uranium yang diperkaya dari negara tersebut. Tuntutan itu belum secara resmi diterima oleh Teheran.

Pemerintah Iran menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel terhadap serangan lainnya dari Amerika Serikat (AS) dan Israel, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Dikutip AFP, Selasa (28/4/2026), pernyataan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain.

Dalam pertemuan di markas besar PBB pada Senin (27/4), puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat penting.

Namun, Iravani menekankan stabilitas di kawasan hanya dapat dicapai jika agresi dihentikan, dilengkapi “jaminan yang kredibel” untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang.

“Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah,” tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Iravani turut mengeluhkan negara-negara hanya mengkritik Iran, tanpa mengecam blokade laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

“Amerika Serikat bertindak seperti bajak laut dan teroris, menargetkan kapal-kapal komersial melalui paksaan dan intimidasi, meneror awak kapal, secara ilegal menyita kapal, dan menyandera anggota awak kapal,” sebutnya.

“Namun, tidak seorang pun dari mereka yang menyatakan keprihatinan terhadap navigasi internasional, berani menyinggung atau mengutuk tindakan teroris ini dalam pertemuan hari ini,” ucap Iravani mengkritik negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB.

Iravani juga menuduh AS dan Israel melancarkan perang agresi skala besar yang tidak beralasan terhadap Iran. Dia menyalahkan kedua negara yang bersekutu itu sebagai penyebab ketegangan meningkat di kawasan dan mengganggu keamanan maritim di Selat Hormuz.

“Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel telah mengobarkan perang agresi skala besar yang tidak beralasan terhadap Iran,” kata Iravani, seperti dilansir TRT World.

Dia menuduh agresi AS dan Israel terhadap Iran telah melanggar Piagam PBB dan mengancam stabilitas regional serta global.

Iravani menyebut langkah AS memberlakukan blokade maritim, termasuk penyitaan kapal dagang Iran dan penahanan awak kapal, sebagai langkah-langkah berbahaya dan melanggar hukum internasional. (idn/idn/red)

Redaksi 29 April 2026 29 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article 26 WNA Diduga Korban Scam Disekap di Guest House Bali
Next Article Sidang Perdana Hari Ini, Tentara Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Delegasi AS dan Iran Ribut di Rapat PBB Terkait Nuklir

28 April 2026
Nasional

Rusia Tawarkan Jadi Meditator Iran-Israel dan Amerika

28 April 2026
Nasional

Kemendagri Ungkap Banyak Aduan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

27 April 2026
Nasional

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih

27 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?