By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Mahasiswa Demo di BI Jabar, Soroti Rupiah Melemah
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Mahasiswa Demo di BI Jabar, Soroti Rupiah Melemah

By Redaksi Published 15 Juni 2026
Share
4 Min Read
Mahasiswa demo didepan kantor BI Jabar
SHARE

BANDUNG, Juangsumatera.com – Massa mahasiswa dari Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Senin (15/6/2026) sore.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, mereka juga membawa sejumlah isu lain mulai dari kenaikan harga BBM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kondisi demokrasi yang mereka anggap semakin memprihatinkan.

Aksi berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian. Arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dari arah Jalan Merdeka pun ditutup sementara selama aksi berlangsung. Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Pasundan Muamar Ba’asir mengatakan mahasiswa sengaja mendatangi Bank Indonesia karena ingin mendapatkan penjelasan terkait pelemahan rupiah yang terus terjadi.

“Hari ini kita membahas beberapa poin tuntutan. Yang pertama adalah naiknya harga dolar dan melemahnya harga rupiah. Kedua adalah bagaimana negara mengambil sikap untuk menekan kembali harga BBM. Yang ketiga masalah tata kelola MBG. Keempat sifat militerisasi daripada militer hari ini yang sangat represif kepada kita semua,” kata Muamar di sela aksi, dikutip dari detikjabar.

Menurutnya, pelemahan rupiah tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena dampaknya akan dirasakan masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan. Dia bahkan menuding pemerintah telah menjalankan kekuasaan secara sewenang-wenang.

“Rezim-rezim pemerintah hari ini sudah bertindak seenaknya, melanggar aturan, melantai konstitusi,” ujar dia.

Muamar menyebut hingga aksi berlangsung, mahasiswa belum berhasil bertemu dengan perwakilan Bank Indonesia untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Meski demikian, mahasiswa memastikan gerakan mereka tidak akan berhenti pada aksi hari ini. Mereka berencana terus melakukan konsolidasi dan penyadaran kepada masyarakat mengenai kondisi yang tengah terjadi.

“Hari ini kita mau aksinya setelah ini adalah fokus kepada penyadaran sosial kepada masyarakat. Jadi kita ingin memberikan suatu dorongan sosial kepada masyarakat bahwa negara kita ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Muamar bahkan memastikan aksi serupa akan terus dilakukan apabila kondisi yang mereka soroti tidak kunjung mendapatkan respons. “Pasti. Satu minggu ini kita janji bahwa aksi ini akan terus berlanjut,” katanya.

Ia menjelaskan alasan mahasiswa memilih menggelar aksi di depan Bank Indonesia, bukan bergabung dengan demonstrasi yang dilakukan di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada saat yang sama. “Hari ini kita tuntutannya memang istilahnya ingin mendengar klarifikasi daripada pihak BI kenapa hari ini rupiah melemah, itu saja,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua BEM Fakultas Ilmu Teknologi Kesehatan Unjani Zihan Fitriyani mengatakan mahasiswa datang membawa berbagai keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami di sini memperjuangkan hak rakyat, terkait dengan program yang tidak jelas implementasinya terkait MBG, yang akhirnya dia merongrong habis anggaran dari APBN sehingga anggaran untuk pendidikan, untuk kesehatan itu terkuras habis, sedangkan implementasi dari program tersebut tidak jelas ke mana arahnya,” kata Zihan.

Ia menilai pelemahan rupiah memang dipengaruhi faktor global. Namun pemerintah dinilai belum memberikan penjelasan maupun langkah yang cukup meyakinkan kepada masyarakat.

“Lalu selanjutnya adalah terkait rupiah yang melemah, memang itu adalah isu global, namun sampai saat ini tidak ada kebijakan atau kejelasan dan transparansi dari pemerintah,” ujarn Zihan.

Dalam kesempatan tersebut, Zihan turut menyinggung adanya mahasiswa yang sempat diamankan aparat saat menyampaikan aspirasi. “Dan juga hak kami sebagai mahasiswa yang diatur oleh undang-undang untuk bersuara, tapi sayangnya banyak teman-teman kami khususnya di Unjani, ada teman kami yang menjadi tahanan politik,” ujarnya.

“Dia hanya menyuarakan haknya sebagai mahasiswa, dia hanya menyuarakan haknya sebagai masyarakat. Sehingga dari situ kami meminta keadilan setinggi-tingginya bahwa hak demokrasi harus diperjuangkan dan Indonesia saat ini krisis demokrasi!” tegas Zihan. (iqk/iqk/red)

Redaksi 15 Juni 2026 15 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Aksi Mahasiswa di DPR-Monas Hari Ini, Polda Metro Siagakan Personel
Next Article Kejagung Bakal Periksa Seluruh Pengadaan di BGN
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Aksi Mahasiswa di DPR-Monas Hari Ini, Polda Metro Siagakan Personel

15 Juni 2026
Nasional

Menkeu Purbaya Apresiasi Kejagung, Aset Eddy Tansil Rp51,6 Miliar Berhasil Dipulihkan

15 Juni 2026
Nasional

Dasco Apresiasi Kerja Sama BI-PBOC

14 Juni 2026
Nasional

Swiss Hari Ini Gelar Referendum Pembatasan Populasi

14 Juni 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?