KAMPAR, Juangsumatera.com – Sampai saat ini kelangkaan minyak Solar subsidi masih terjadi didaerah penghasil minyak. Dibawah minyak diatas terjadi kelangkaan minyak Solar.
Salah seorang warga Kampar yang mengaku namanya Wati kepada Juangsumatera.com, Senin (10/8/2026) dengan tegas mengatakan, daerah kita penghasil minyak, tetapi untuk mendapatkan minyak Solar harus antri berjam – jam lamanya.
“Harus antri berjam – berjam lama nya di SPBU untuk mendapatkan minyak Solar. Kalau tidak antri mobil kita tidak dapat minyak Solar dan harus terpaksa membeli Solar kepada pihak pelangsir minyak dengan harga perliter Rp.11.000 sampai Rp.12.000,” terang nya.
Sampai kapan berakhir kelangkaan minyak Solar di Kampar dan kita tahu. Sudah 2 bulan kita susah untuk mendapatkan minyak Solar dan dilain sisi daerah kita daerah penghasil minyak bumi.
“Dibawah minyak diatas terjadi kelangkaan minyak, itulah kondisi daerah Kabupaten Kampar sekarang ini, khusus nya minyak Solar subsidi,” kata Wati dengan agak kesal nya.
Diterangkan lebih lanjut olehnya, masyarakat sudah menjerit untuk mendapatkan minyak Solar dan harus antri berjam – jam lamanya dan Pemerintah daerah hanya diam saja melihat kondisi tersebut dan tidak bersuara.
Salah seorang warga Bangkinang Kota yang tidak mau disebut namanya juga mengatakan, kelangkaan minyak Solar di daerah Kabupaten Kampar sudah lama terjadi.
Rakyat sudah susah untuk mendapatkan minyak Solar karena harus antri berjam – jam lamanya. Kita sangat menyayangkan melihat sikap anggota DPRD kita hanya diam saja dan tidak bersuara untuk memperjuangkan kepentingan rakyat nya, terang nya. (tim)


