By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Eropa Pecah, Tak Sependapat Upaya Blokir Israel
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Eropa Pecah, Tak Sependapat Upaya Blokir Israel

By Redaksi Published 22 April 2026
Share
4 Min Read
Bendera Eropa
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Upaya sejumlah negara Eropa untuk menekan Israel melalui jalur diplomasi ekonomi kembali menemui jalan buntu. Dalam pertemuan penting para menteri luar negeri Uni Eropa, dorongan untuk membekukan hubungan resmi dengan Israel gagal mendapatkan dukungan yang cukup.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol dan Irlandia, mendorong penangguhan perjanjian yang mengatur hubungan antara Uni Eropa dan Israel. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kurangnya dukungan dari negara anggota lainnya.

Desakan itu disampaikan dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg. Sejumlah menteri menyerukan penghentian, baik sebagian maupun keseluruhan, terhadap perjanjian asosiasi yang telah berlaku sejak tahun 2000.

Mereka mengangkat berbagai kekhawatiran, mulai dari pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat, kondisi kemanusiaan di Gaza, hingga undang-undang baru terkait hukuman mati.

“Hari ini, kredibilitas Eropa sedang dipertaruhkan,” ujar Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, Selasa (21/4/2026) waktu setempat, dilansir Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia.

Meski demikian, perbedaan pandangan antar negara anggota membuat langkah konkret sulit dicapai. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengakui bahwa tidak ada dukungan yang cukup untuk melanjutkan rencana tersebut, meski diskusi akan terus berlanjut.

“Saya tidak melihat adanya perubahan posisi di dalam ruangan terkait penangguhan,” kata Kallas dalam konferensi pers setelah pertemuan.

Ia menambahkan, bahwa ide-ide yang muncul dalam diskusi akan dibawa ke Komisioner Perdagangan Uni Eropa untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pada September lalu, Komisi Eropa sempat mengusulkan penangguhan sebagian ketentuan perdagangan dalam perjanjian tersebut, yang mencakup sekitar 5,8 miliar euro ekspor Israel. Namun, Israel menolak usulan itu dan menyebutnya sebagai sesuatu yang menyimpang secara moral dan politik.

Untuk menangguhkan aspek perdagangan, diperlukan dukungan mayoritas berkualifikasi, yakni 15 dari 27 negara anggota yang mewakili 65% populasi Uni Eropa. Sementara itu, penangguhan penuh perjanjian hanya bisa dilakukan jika seluruh anggota menyepakatinya secara bulat.

Sejumlah negara besar seperti Jerman dan Italia memilih mempertahankan posisi mereka. Berlin menegaskan bahwa pendekatan dialog tetap menjadi jalan utama.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan, negaranya tetap berkomitmen mendorong solusi dua negara bagi Israel dan Palestina. “Namun hal ini harus dilakukan melalui dialog yang kritis dan konstruktif dengan Israel,” ujarnya.

Di sisi lain, beberapa negara seperti Belgia ikut mendorong perubahan kebijakan Uni Eropa, meski menyadari hambatan politik yang ada.

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan negaranya memahami bahwa penangguhan penuh kemungkinan sulit tercapai. “Menyadari bahwa penangguhan penuh kemungkinan tidak akan tercapai mengingat posisi berbagai negara Eropa,” katanya.

Uni Eropa sendiri merupakan mitra dagang terbesar Israel. Nilai perdagangan barang antara keduanya mencapai 42,6 miliar euro pada 2024, menurut data Uni Eropa.

Selain wacana penangguhan perjanjian, Uni Eropa juga tengah mempertimbangkan sanksi terhadap pemukim Israel yang terlibat kekerasan serta sejumlah menteri Israel yang dianggap berpandangan ekstrem. Namun, langkah ini juga memerlukan persetujuan bulat dari seluruh negara anggota.

Para diplomat berharap sanksi terhadap pemukim yang melakukan kekerasan dapat segera disetujui setelah pemerintahan baru di Hungaria terbentuk pada Mei mendatang. Israel sendiri menyebut aksi kekerasan oleh pemukim sebagai ulah “minoritas pinggiran”.

Sementara itu, Swedia dan Prancis sebelumnya mengedarkan dokumen yang menyerukan langkah lebih tegas dari Uni Eropa untuk membatasi keterlibatan ekonomi dengan permukiman ilegal.

Permukiman Israel di Tepi Barat dinilai ilegal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagian besar komunitas internasional. Namun, Israel menolak interpretasi tersebut. Di sisi lain, Palestina berharap wilayah Tepi Barat dapat menjadi bagian dari negara mereka di masa depan. (luc/red)

Redaksi 22 April 2026 22 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Komisi V DPR Soroti Rencana PPN Tol
Next Article Trump Perpanjang Gencatan Senjata Dengan Iran, Blokade Pelabuhan Berlanjut
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Dengan Iran, Blokade Pelabuhan Berlanjut

22 April 2026
Nasional

Komisi V DPR Soroti Rencana PPN Tol

22 April 2026
Nasional

Resmi! DPR RI Sahkan RUU PRT

21 April 2026
Nasional

Paripurna DPR Resmi Dibuka, Agenda Pengesahan Dua RUU Strategis

21 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?