By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Tarif Trump Dibatalkan MA, India Hingga Eropa Mulai Ragu dengan AS
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Tarif Trump Dibatalkan MA, India Hingga Eropa Mulai Ragu dengan AS

By Redaksi Published 27 Februari 2026
Share
2 Min Read
Presiden AS Donald Trump
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras melanjutkan kebijakan tarif resiprokal meski Mahkamah Agung (MA) AS telah membatalkan. Putusan tersebut memicu kebingungan baru terhadap berbagai kesepakatan perdagangan bilateral yang sebelumnya dinegosiasikan Washington dengan mitra global.

Trump mengatakan akan tetap melanjutkan kebijakan tersebut dalam batas-batas hukum yang ada, meski MA memutuskan bahwa presiden telah melampaui wewenangnya dengan memberlakukan tarif terhadap barang dari hampir setiap negara di dunia berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA).

Putusan tersebut secara efektif mencabut dasar hukum bagi tarif yang menjadi fondasi sejumlah kesepakatan dagang bilateral.

Setelah putusan keluar, Trump menggantinya dengan tarif 10% berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 yang mulai berlaku Selasa (3/3) dan mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15% berdasarkan pasal yang sama, meski belum jelas kapan kebijakan itu akan diterapkan.

Sejumlah pemerintah asing kini mulai mengkaji ulang posisi mereka. Jepang yang mendapatkan tarif 15% dengan imbalan investasi US$ 550 miliar ke AS merasa tidak diuntungkan dengan kesepakatan perdagangan ini.

“Tarif universal 10% dapat menimbulkan beban tarif tambahan pada beberapa barang. Mendesak Washington untuk tidak memperlakukan Jepang kurang menguntungkan dalam kesepakatan perdagangan,” ujar Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa dikutip dari CNBC, Jumat (27/2/2026) dan dilansir dari

India juga menunda rencana untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan sementara, hanya beberapa hari sebelum perjalanan ke Washington. Baru-baru ini Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal mengatakan negaranya akan melanjutkan pembicaraan ketika ada kejelasan lebih lanjut.

Selain itu, Parlemen Uni Eropa menunda pemungutan suara untuk kedua kalinya tentang kesepakatan perdagangan yang akan menetapkan tarif 15% untuk sebagian besar barang Uni Eropa ke AS.

AS telah melanggar ketentuan kesepakatannya dan Uni Eropa siap untuk membalas jika perlu.

Para Pejabat Eropa menyatakan keprihatinan terhadap pungutan terbaru ini, menunjukkan bahwa hal itu dapat mengancam kesepakatan perdagangan yang ditandatangani musim panas lalu, ucap Bernd Lange yang memimpin komite perdagangan Parlemen Eropa.(fdl/fdl/red)

Redaksi 27 Februari 2026 27 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article PM Jepang Tolak Dukung Perempuan Jadi Kaisar
Next Article KPK : Kasi Intel P2 Bea Cukai Perintahkan Simpan Duit Suap Impor
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Andre Rosiade Bantu Pengobatan Lansia di Padang

20 April 2026
Nasional

Israel Perintahkan Serangan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

20 April 2026
Nasional

Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara Pemburu Minyak Rusia

20 April 2026
Nasional

Uni Eropa Didesak Spanyol Untuk Akhiri Perjanjian Asosiasi dengan Israel

20 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?