By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Wakil Ketua Komisi IX DPR Prihatin Tiga Eks Pimpinan BGN Terjerat Korupsi MBG
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Wakil Ketua Komisi IX DPR Prihatin Tiga Eks Pimpinan BGN Terjerat Korupsi MBG

By Redaksi Published 5 Juni 2026
Share
3 Min Read
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyampaikan keprihatinannya atas kasus dugaan korupsi yang menjerat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai kasus tersebut menjadi pelajaran penting bagi jajaran pimpinan BGN yang baru agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran negara.

“Saya ikut prihatin atas kasus yang menimpa mereka bertiga. Mereka sangat ceroboh dalam mengelola BGN dan program MBG,” ujar Yahya Zaini kepada wartawan, Jumat (5/6/2026) dikutip dari detiknews.

Meski demikian, Yahya menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Menurut Yahya, kasus yang diungkap Kejaksaan Agung menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola anggaran di lingkungan BGN. Ia menyoroti sejumlah dugaan penyimpangan yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Kejaksaan Agung telah menyebutkan kasus yang menimpa mereka berkaitan dengan pengadaan sepeda motor listrik, pengadaan laptop, dan kegiatan event organizer. Ini menunjukkan adanya tata kelola anggaran yang buruk dan sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa anggaran tersebut bersumber dari uang rakyat,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti dugaan keterkaitan yayasan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan para tersangka. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan membuka ruang penyalahgunaan kewenangan.

“Mestinya mereka mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan. Termasuk di dalamnya dugaan jual beli titik dapur SPPG yang mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Yahya mengingatkan pimpinan BGN yang baru agar menjalankan tugas dengan penuh integritas serta memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Saya mengimbau kepada Kepala BGN yang baru dan seluruh pejabat di lingkungan BGN untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Pengelolaan anggaran harus bersih dan bebas dari korupsi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini Komisi IX DPR RI tidak pernah menerima laporan terkait pengadaan barang di lingkungan BGN. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan memperketat fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran lembaga tersebut.

“Ke depan, Komisi IX akan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang dilakukan oleh BGN agar pengelolaannya dilakukan secara prudent dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.

Yahya menilai kasus yang terjadi menjadi bukti bahwa lemahnya tata kelola dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Intinya, berbagai kasus yang menimpa mereka terjadi karena tata kelola yang buruk. Dengan anggaran yang besar, mereka tergiur untuk berbuat curang dengan memanfaatkan jabatan guna memperoleh keuntungan pribadi,” tutupnya.(Red)

Redaksi 5 Juni 2026 5 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article DPR AS Batasi Kewenangan Trump Dalam Perang Lawan Iran
Next Article Isu Akan Masuk Kabinet Prabowo, Bos Buruh Said Iqbal Buka Suara
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Isu Akan Masuk Kabinet Prabowo, Bos Buruh Said Iqbal Buka Suara

5 Juni 2026
Nasional

DPR AS Batasi Kewenangan Trump Dalam Perang Lawan Iran

4 Juni 2026
Nasional

Prabowo: Satu Ekor Ayam Program MBG Maksimal Dipotong 14

4 Juni 2026
Nasional

Aksi Demo Guncang Bolivia, Menteri-menteri Mundur

3 Juni 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?