WASHINGTON DC, Juangsumatera.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan terkait kelanjutan gencatan senjata dengan Iran.
Pernyataan ini disampaikan Trump kepada awak media di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, dalam perjalanan kembali menuju Washington dari Phoenix, Arizona, Jumat (17/4/2026) dikutip dari KOMPAS.com.
Trump menyatakan kemungkinan tidak akan memperpanjang masa gencatan senjata jika kesepakatan damai dengan Iran tidak segera tercapai hingga Rabu (22/4/2026).
AS dan Iran sendiri menyepakati gencatan senjata selama dua pekan terhitung sejak Rabu (8/4/2026) pekan lalu.
Kini, kedua belah pihak masih mengupayakan kesepakatan damai usai perundingan pada akhir pekan lalu menemui kebuntuan.
Meski masa gencatan senjata terancam berakhir, Trump menegaskan bahwa tekanan militer melalui jalur laut tidak akan dikendurkan. Dia memastikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan oleh pihak AS.
“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya (gencatan senjata), tetapi blokade (di pelabuhan Iran) akan tetap ada,” ujar Trump seperti dilansir dari Reuters.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan konsekuensi serius apabila kesepakatan antara kedua belah pihak gagal menemui titik terang.
Dia mengisyaratkan bahwa AS siap untuk kembali melakukan serangan militer secara terbuka. (red)


