JAKARTA, Juangsumatera.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Teheran tak hanya menyinggung Selat Hormuz, tetapi juga mengancam akan memblokir tiga jalur laut strategis dunia, yakni Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Merah.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Ancaman itu disebut sebagai respons atas kebijakan Washington yang membatasi pergerakan kapal Iran di Selat Hormuz. Pembatasan dilakukan setelah negosiasi kedua negara dilaporkan menemui jalan buntu.
Perwakilan komando militer Iran menegaskan penghentian aktivitas kapal komersial di tiga perairan tersebut bisa dilakukan apabila tekanan terhadap pengiriman maritim Iran terus berlanjut.
Sementara itu, Kepala Staf Militer Iran, Ali Abdollahi, menyebut langkah pembatasan tambahan tersebut berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap rezim gencatan senjata.
“Kami tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun melalui jalur air utama ini,” tegasnya seperti dikutip BBC, Jumat (17/4/2026).
Di sisi lain, pemerintah AS menyatakan kebijakan pembatasan tersebut bertujuan untuk mengontrol jalur pelayaran yang berkaitan dengan Iran. Namun, Teheran menilai langkah Washington itu ilegal dan bersifat provokatif.
Ancaman ini menjadi perhatian global. Pasalnya, Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Merah merupakan jalur vital perdagangan dunia. Sebagian besar distribusi minyak mentah global melintasi kawasan tersebut.
Sejumlah analis memperingatkan, jika ketegangan berujung pada gangguan distribusi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Dampaknya tak hanya pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mendorong inflasi global akibat terganggunya rantai pasok.
Hingga kini, upaya diplomatik masih berlangsung. Opsi perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali jalur negosiasi tengah dibahas, meski belum ada kesepakatan konkret antara kedua pihak.(red)


