By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Siswi Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, BGN Harus Bertanggung Jawab
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Siswi Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, BGN Harus Bertanggung Jawab

By Redaksi Published 11 September 2026
Share
3 Min Read
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris menyoroti kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) hingga lupa ingatan yang dialami salah satu siswi bernama Febiona Purba (16). Charles meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab memberi kompensasi kepada korban.

Charles awalnya menyoroti pernyataan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak yang menyebut Febiona Purba sudah dapat berkomunikasi dengan baik dan menceritakan pengalamannya. Charles menyebut kondisi itu tak serta merta menandakan Febiona Purba sudah pulih.

“Klaim bahwa korban saat ini sudah dapat berkomunikasi dengan baik tentu tidak serta-merta membuktikan bahwa kondisi kesehatannya sudah pulih. Kondisi korban harus dinilai berdasarkan pemeriksaan medis yang komprehensif dan independen, bukan berdasarkan klaim pihak yang terkait dengan penyelenggaraan program,” kata Charles saat dihubungi, Jumat (11/9/2026) dikutip dari detiknews.

Charles menilai yang harus dipastikan saat ini adalah korban mendapatkan pemeriksaan, pengobatan, hingga rehabilitasi sampai benar-benar pulih seperti sedia kala. Menurutnya, jika ada dampak jangka panjang, maka pemerintah harus memberi penanganan hingga selesai. “Seluruh biaya harus menjadi tanggung jawab pemerintah,” imbuh dia.

Tak hanya itu, Charles meminta BGN bertanggung jawab secara konkret. Salah satunya, kata dia, dengan memberi kompensasi kepada korban.

“BGN juga tidak boleh berhenti pada pernyataan bahwa mereka ‘terus memperhatikan’ kondisi korban. Harus ada bentuk pertanggung jawaban yang konkret. Selain seluruh kebutuhan medis, BGN perlu memberikan kompensasi kepada korban dan keluarganya. Kerugian akibat keracunan bukan hanya biaya rumah sakit, tetapi juga trauma, terganggunya pendidikan anak, waktu orang tua untuk mendampingi, serta kemungkinan dampak kesehatan jangka panjang,” ujar dia.

Ia juga menegaskan jangan sampai persoalan sudah dianggap selesai dengan berkomunikasi dengan korban. “Yang juga penting, jangan sampai komunikasi dengan korban kemudian dijadikan dasar untuk membangun narasi bahwa persoalan sudah selesai atau kondisi korban tidak serius. Biarkan dokter dan tenaga medis yang menyampaikan kondisi objektif korban,” imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, Seorang siswa yang mengalami keracunan akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Febiona Purba (16) diduga mengalami gangguan ingatan usai menjalani perawatan di rumah sakit.

Orang tua Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49) mengatakan, anaknya mengalami gangguan ingatan usai dirawat selama 3 hari di rumah sakit.

“Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak,” ujar Elvinus saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).

Menurut Elvinus, Febiona sempat tidak mengenali orang-orang terdekatnya. Termasuk anggota keluarga dan teman-teman sekelasnya.

“Contohnya ibaratnya keluarga. Bibinya kalau datang, “Ini siapa?” katanya. Jadi kami kasih tahu, “Ini Bibi.” “Oh, Bibi.” “Ini siapa?” Suami Bibinya, “Ini Kila ndu, nakku,” kami bilang. (red)

Redaksi 11 September 2026 11 September 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Sahroni Minta Abah Setu Segera Jadi Tersangka Kasus Dugaan Hina Nabi
Next Article Pertamina Siap Dukung Rencana Pembatasan Pertalite
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Menkum : 700 Ribu Badan Usaha Tak Lapor Data Pemilik Manfaat Diblokir

26 Oktober 2026
Nasional

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic

26 Oktober 2026
Nasional

Pangkas Gas ke Singapura Tak Akan Ganggu Hubungan Diplomatik

25 Oktober 2026
Nasional

Viral Bule Belanda Adu Jotos dengan Warga di Manokwari

25 Oktober 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?