By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Rudal AS Hantam Kapal Pembawa Narkoba, 4 Orang Tewas
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Rudal AS Hantam Kapal Pembawa Narkoba, 4 Orang Tewas

By Redaksi Published 4 Oktober 2025
Share
3 Min Read
Kapal diduga pembawa Narkoba kena rudal AS
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada Jumat (3/10/2025) mengumumkan bahwa sebuah kapal yang dituding mengangkut narkoba dihantam rudal di perairan internasional dekat pantai Venezuela. Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang, seluruhnya laki-laki.

Insiden ini menjadi yang keempat dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus menyoroti strategi Presiden Donald Trump yang semakin kerap menggunakan kekuatan militer AS di luar praktik lazim, termasuk dalam operasi kontra-narkoba.

“Serangan ini dilancarkan terhadap kapal yang membawa sejumlah besar narkoba menuju Amerika untuk meracuni rakyat kita,” kata Hegseth dalam konferensi pers, dilansir Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia.

“Serangan-serangan ini akan terus berlanjut sampai serangan terhadap rakyat Amerika benar-benar berakhir!!!!” tulisnya lagi di X.

Hegseth juga merilis video berdurasi hampir 40 detik yang memperlihatkan sebuah kapal kecil bergerak di laut sebelum dihujani proyektil. Ledakan besar terjadi ketika tembakan menghantam badan kapal, menenggelamkannya seketika.

Ia menegaskan bahwa intelijen AS memiliki bukti “tanpa keraguan” bahwa kapal tersebut membawa narkoba, dan menyebut empat orang di dalamnya sebagai narco-terrorists. Namun, Hegseth tidak memerinci jenis maupun jumlah narkoba yang dituding ada di kapal itu.

Trump ikut mengomentari serangan ini. Tanpa memberikan bukti, ia mengeklaim kapal tersebut membawa cukup narkoba untuk membunuh 25.000 hingga 50.000 orang.

Adapun operasi kontra-narkoba di laut biasanya merupakan kewenangan Penjaga Pantai AS, bukan militer aktif. Namun pekan ini, Pentagon memberi tahu Kongres bahwa Trump telah menetapkan AS sedang terlibat dalam konflik bersenjata non-internasional melawan kartel narkoba.

Dokumen itu disebut sebagai dasar hukum untuk penggunaan militer secara langsung di Karibia. Sejumlah mantan pengacara militer mempertanyakan legitimasi pendekatan ini. Mereka menilai membunuh tersangka penyelundup narkoba di laut, alih-alih menangkap dan mengadili, tidak sesuai dengan hukum perang internasional.

Trump bahkan menyebut sedang mempertimbangkan opsi serangan terhadap kartel narkoba “yang masuk lewat darat,” sesuatu yang diyakini bakal menimbulkan perdebatan hukum baru.

AS kini meningkatkan kehadiran militernya di selatan Karibia. Menurut laporan, terdapat delapan kapal perang AS dengan ribuan marinir dan pelaut, satu kapal selam bertenaga nuklir, serta jet tempur F-35 yang ditempatkan di Puerto Riko.

Meski sudah ada beberapa serangan serupa sebelumnya, pemerintah AS belum pernah merilis identitas korban maupun rincian muatan kapal yang digempur.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelumnya berulang kali menuding Washington menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Pada Agustus lalu, AS bahkan menggandakan tawaran hadiah menjadi US$ 50 juta (sekitar Rp800 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi yang bisa mengarah pada penangkapan Maduro.

Washington menuduhnya terlibat dalam jaringan narkotika dan kriminal internasional, tuduhan yang terus dibantah oleh Maduro. (luc/luc/red)

Redaksi 4 Oktober 2025 4 Oktober 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article KPK Panggil Nikita Mirzani, Terkait Laporannya Soal Dugaan Suap
Next Article Anwar Abbas Desak Dunia Embargo Israel
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Netanyahu Akan Dialog dengan Presiden Lebanon

16 April 2026
Nasional

Pembangunan Huntap di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Deadline Pekan Depan

16 April 2026
Nasional

Eks Kepala BAIS : Tim Pengawas Intelijen DPR Tidak Berguna

16 April 2026
Nasional

Netanyahu Tegaskan Dua Target: Bubarkan Hizbullah dan Perdamaian

16 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?