By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Perusahaan Terancam PHK Massal, KSPI Sebut Imbas Tekanan Global
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Perusahaan Terancam PHK Massal, KSPI Sebut Imbas Tekanan Global

By Redaksi Published 21 Juni 2026
Share
4 Min Read
Photo ilustrasi para pekerja
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut sedikitnya empat perusahaan berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kondisi itu disebut menjadi tanda sektor industri sedang tidak baik-baik saja.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan tekanan muncul akibat kombinasi pelemahan permintaan ekspor, lonjakan biaya bahan baku impor, fluktuasi kurs dolar terhadap rupiah, hingga dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, perusahaan yang paling terdampak adalah perusahaan berorientasi ekspor, seperti sepatu dan garmen, serta perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.

“Akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel yang tidak kunjung berhenti dan ada ketidakpastian harga minyak dunia, itu sangat mempengaruhi produksi dari perusahaan-perusahaan terutama yang berorientasi ekspor,” kata Said dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh, Minggu (21/6/2026) dikutip dari CNN Indonesia.

Said menjelaskan ia telah melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan industri untuk memetakan potensi PHK. Kunjungan itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Guru.

“Ada beberapa daerah yang saya kunjungi dan saya menemukan beberapa kasus yang harus segera diambil langkah-langkah mitigasi,” ujarnya.

Perusahaan pertama yang disorot KSPI adalah PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur. Said menyebut perusahaan pengolahan bubur kayu untuk produksi kertas itu berpotensi melakukan PHK. “Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di-PHK,” kata Said.

Menurut Said, sebagian besar operasional perusahaan sudah berhenti. Ia menyebut hanya sekitar seperlima bagian pabrik yang masih berjalan, sementara sekitar 80 persen lainnya tidak lagi beroperasi.

Temuan kedua berada di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung. Ia mengatakan total pekerja perusahaan itu diperkirakan mencapai 14 ribu hingga 17 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 pekerja disebut sudah dirumahkan, meski belum resmi di-PHK.

“Orderan sepatu (salah satu merk sepatu) ke PT Feng Tay sudah selesai. Sehingga menunggu orderan berikutnya, belum ada kepastian,” ujar Said.

KSPI berencana mendatangi langsung PT Feng Tay pada Senin (22/6) bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, dan serikat buruh.

Ia juga menyoroti informasi bahwa pekerja yang dirumahkan hanya menerima 50 persen upah. Said menilai hal itu perlu diperiksa karena perusahaan-perusahaan pemasok merek global biasanya terikat kode etik kerja.

Selain dua kasus tersebut, Said juga menyebut ada dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, yang berpotensi terdampak PHK. Ia belum menyebut nama perusahaan secara lengkap, tetapi menyebut ribuan pekerja bisa terdampak.

Menurut Said, potensi PHK muncul karena prinsipal dari Jepang mempertimbangkan pemindahan sebagian produksi ke negara lain, termasuk Vietnam. Salah satu penyebabnya adalah perubahan arah industri menuju mobil listrik.

“Situasi perang yang tidak menentu membuat prinsipal akan memindahkan ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya,” jelas Said.

Said juga menyinggung PT Amos, perusahaan garmen di Cilincing, Jakarta. Menurutnya, persoalan di perusahaan tersebut mulai menemukan titik terang setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Ia menyebut pekerja di perusahaan itu sempat tidak memiliki kejelasan status selama berbulan-bulan. Selain itu, gaji belum dibayar dan BPJS sempat bermasalah.

Namun, Said mengatakan kasus PT Amos menjadi contoh bahwa mitigasi bisa dilakukan cepat jika pemerintah, serikat buruh, dan perusahaan duduk bersama.

“Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bersama KSPI sudah melakukan langkah-langkah mitigasi awal untuk menghindari terjadinya PHK,” pungkasnya.

Sejumlah langkah mitigasi pun terus disiapkan untuk menekan risiko PHK di berbagai sektor industri.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, serikat pekerja, hingga pelaku usaha guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi perusahaan sekaligus memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi. (anm/mik/red)

Redaksi 21 Juni 2026 21 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Jalan Menuju Kantor Bupati Kampar Gelap Gulita Pada Malam Hari
Next Article Kejagung Tangkap Buronan Kasus Batu Bara
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Menkum : 700 Ribu Badan Usaha Tak Lapor Data Pemilik Manfaat Diblokir

26 Oktober 2026
Nasional

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic

26 Oktober 2026
Nasional

Pangkas Gas ke Singapura Tak Akan Ganggu Hubungan Diplomatik

25 Oktober 2026
Nasional

Viral Bule Belanda Adu Jotos dengan Warga di Manokwari

25 Oktober 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?