By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Perang Makin Sulit Dihindari, AS Ultimatum Iran Usai Perundingan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Perang Makin Sulit Dihindari, AS Ultimatum Iran Usai Perundingan

By Redaksi Published 19 Februari 2026
Share
4 Min Read
Kapal induk AS
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan peringatan terbuka agar Teheran segera mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump, di tengah sinyal berulang mengenai kemungkinan opsi militer dan pengerahan tambahan kekuatan di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Rabu (18/2/2026) waktu setempat, hanya sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan putaran kedua perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman di Jenewa. Jalur diplomasi itu kembali dibuka setelah sebelumnya runtuh akibat eskalasi militer tahun lalu.

“Iran akan sangat bijaksana jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan dengan pemerintahannya,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dilansir AFP dan dikutip dari CNBC Indonesia.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Donald Trump kembali mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap Iran melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, di tengah pengerahan militer AS yang terus diperkuat di kawasan.

Dalam unggahan tersebut, Trump juga memperingatkan Inggris agar tidak melepaskan kedaulatan atas Kepulauan Chagos di Samudra Hindia. Ia menyebut pangkalan udara Diego Garcia di kepulauan itu mungkin diperlukan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, untuk melenyapkan potensi serangan dari rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya.

Adapun upaya negosiasi sebelumnya gagal ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Juni tahun lalu, memicu perang selama 12 hari yang kemudian sempat diikuti Washington dengan membombardir sejumlah fasilitas nuklir Iran.

Di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak menginginkan perang, namun juga tidak akan tunduk pada tekanan AS. “Kami tidak menginginkan perang,” ujar Pezeshkian pada Rabu.

“Sejak hari pertama saya menjabat, saya percaya bahwa perang harus disingkirkan. Tetapi jika mereka mencoba memaksakan kehendak kepada kami, mempermalukan kami dan menuntut agar kami menundukkan kepala dengan harga berapa pun, haruskah kami menerima itu, kata Masoud Pezeshkian.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya sedang “menyusun” kerangka kerja untuk pembicaraan lanjutan dengan AS. Araghchi menyatakan Teheran telah menyepakati “prinsip-prinsip panduan” dengan Washington.

Namun Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran belum mengakui seluruh “garis merah” yang ditetapkan AS.

Pada Rabu pagi, Araghchi juga melakukan pembicaraan telepon dengan Rafael Grossi, kepala badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA).

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran disebutkan bahwa Araghchi “menegaskan fokus Republik Islam Iran pada penyusunan kerangka awal yang koheren untuk memajukan pembicaraan di masa depan”.

Hubungan Teheran dengan IAEA memang sedang tegang. Iran menangguhkan sebagian kerja sama dan membatasi akses inspektur ke lokasi yang dibom Israel dan AS, dengan menuduh badan PBB tersebut bersikap bias dan gagal mengecam serangan tersebut.

Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan Washington akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir “dengan cara apapun.”

“Mereka sudah sangat jelas tentang apa yang akan mereka lakukan dengan senjata nuklir. Itu sepenuhnya tidak dapat diterima,” ujar Wright di Paris, di sela-sela pertemuan International Energy Agency.

Pada saat diplomasi berlangsung, AS terus memperkuat kehadiran militernya di sekitar Iran. Washington telah memerintahkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan tersebut. Kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, bersama hampir 80 pesawatnya, pada Minggu terpantau berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran berdasarkan citra satelit.

Iran pun menunjukkan kesiapan militernya. Garda Revolusi Iran memulai serangkaian latihan perang sejak Senin di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia.

Para politisi Iran berulang kali mengancam akan menutup selat tersebut, yang menjadi salah satu jalur utama energi global. Pada Selasa, televisi pemerintah melaporkan bahwa Teheran akan menutup sebagian perairan itu untuk alasan keselamatan selama latihan militer berlangsung. (luc/luc/red)

Redaksi 19 Februari 2026 19 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article LPPNRI Laporkan Dugaan Korupsi SMP 4 Tapung Hulu ke Kejari Kampar
Next Article Purbaya : Guru Honorer Gugat Anggaran MBG ke MK, Lemah dan Pasti Kalah
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Andre Rosiade Bantu Pengobatan Lansia di Padang

20 April 2026
Nasional

Israel Perintahkan Serangan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

20 April 2026
Nasional

Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara Pemburu Minyak Rusia

20 April 2026
Nasional

Uni Eropa Didesak Spanyol Untuk Akhiri Perjanjian Asosiasi dengan Israel

20 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?