Jakarta, Juangsumatera.com – Korea Selatan (Korsel) menuduh Korea Utara (Korut) menembakkan proyektil tak dikenal dari wilayah Pyongyang. Proyektil tersebut diduga merupakan rudal balistik yang diarahkan ke Laut Timur.
“Korea Utara menembakkan rudal balistik tak dikenal ke arah Laut Timur,” demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan militer Korsel, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026) dikutip dari detiknews.
Laut Timur yang dimaksud juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Militer Korsel menyebut hingga kini pihaknya masih menganalisis spesifikasi detail proyektil tersebut. Proses analisis dilakukan bersama otoritas intelijen Amerika Serikat (AS).
“Spesifikasi detail sedang dianalisis oleh otoritas intelijen Korea Selatan dan AS,” tambah pernyataan itu.
Peluncuran ini terjadi setelah sebelumnya Seoul menyampaikan penyesalan atas pelanggaran wilayah Korea Utara oleh drone sipil pada Januari lalu. Presiden Korsel Lee Jae Myung kala itu menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang “tidak bertanggung jawab” dan mengakui adanya keterlibatan pejabat pemerintah dalam operasi tersebut.
Menanggapi pernyataan itu, Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut sikap Lee sebagai langkah yang bijaksana.
“Pemerintah kami mengapresiasi hal itu sebagai perilaku yang sangat beruntung dan bijaksana demi kepentingan pemerintah sendiri,” ujar Kim Yo Jong.
Namun demikian, pada Selasa (7/4), seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara kembali melontarkan kritik keras terhadap Seoul. Ia menyebut Korea Selatan sebagai “negara musuh yang paling memusuhi DPRK”, menggunakan inisial nama resmi Korea Utara.
Pernyataan itu mengulang label yang sebelumnya juga digunakan oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.(red)


