JAKARTA, Juangsumatera.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa sekitar 60 persen anak Indonesia masih membutuhkan intervensi gizi seimbang.
Kondisi ini menjadi dasar pentingnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia.
“Mungkin bagi mereka yang sudah berpendidikan tinggi yang itu sebetulnya hanya 10 persen dari penduduk Indonesia di perkotaan sehingga merasa bahwa makanan itu menjadi hal yang sangat biasa bagi mereka,” ujar Dadan dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026) dikutip dari KOMPAS.com.
Tetapi, bagi 60 persen anak Indonesia yang tidak punya akses terhadap menu gizi seimbang, program ini menjadi sangat luar biasa. Alhamdulillah ini sudah bisa dilaksanakan, tambah dia.
Menurut Dadan, urgensi program tersebut tidak lepas dari pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahun.
Saat ini, kata dia, jumlah penduduk bertambah sekitar enam orang per menit atau mencapai tiga juta per tahun, dan diproyeksikan menyentuh 324 juta jiwa pada tahun 2045.
Kondisi itu pun dinilai menjadi tantangan tersendiri, terutama karena sebagian besar anak Indonesia lahir dari keluarga dengan tingkat pendidikan orang tua rata-rata sembilan tahun. Hal ini berdampak pada keterbatasan pemahaman dan akses terhadap pemenuhan gizi seimbang.
Lebih lanjut Dadan mengungkapkan, bahwa pelaksanaan program MBG mulai menunjukkan capaian signifikan. Hingga saat ini, sekitar 61 juta anak telah menerima manfaat dari program tersebut.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 70 persen dari total target 82,9 juta penerima manfaat. “Kita masih terus kejar untuk sisa yang 30 persen,” ucapnya.
Dadan menegaskan, program MBG bukan sekadar intervensi jangka pendek, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan serta konsistensi pelaksanaan program di lapangan. “Kita melihat bahwa dengan berlangsungnya Program Makan Bergizi Gratis ini selain intervensi hak anak atas gizi seimbang sudah mulai kita bisa berikan,” kata dia. (red)


