By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Iran Akan Tutup Laut Merah, Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Iran Akan Tutup Laut Merah, Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat

By Redaksi Published 26 Maret 2026
Share
4 Min Read
Photo ilustrasi peta laut Merah
SHARE

TEHERAN, Juangsumatera.com – Iran mengancam akan menargetkan jalur pelayaran di laut Merah, jika Amerika Serikat nekat melancarkan invasi darat. Langkah ini disebut sebagai kejutan strategis untuk membalas setiap upaya manuver angkatan laut AS di Teluk Persia maupun Laut Oman.

Laut Merah sendiri merupakan urat nadi perdagangan global yang menghubungkan pasokan minyak dunia menuju Terusan Suez, Mesir.

“Jika musuh mencoba melakukan operasi darat di pulau-pulau Iran atau di tempat lain di wilayah kita, atau jika mereka berusaha menimbulkan kerugian bagi Iran melalui manuver angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Oman, kita akan membuka front lain sebagai kejutan,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Tasnim dan dilansir dari KOMPAS.com.

Fokus ancaman Iran tertuju pada Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur maritim paling strategis yang terletak di antara Yaman dan Djibouti. Iran mengeklaim memiliki kemauan dan kemampuan penuh untuk menciptakan ancaman nyata di titik tersebut.

Selat Bab el-Mandeb, seperti Selat Hormuz di lepas pantai Iran, adalah titik rawan bagi pelayaran global. Iran memiliki hubungan dekat dengan Houthi Yaman yang secara signifikan mengurangi lalu lintas Laut Merah pada Oktober 2023, ketika mereka mulai menyerang kapal sebagai balasan atas serangan Israel di Gaza.

Kelompok tersebut telah dihantam oleh serangan udara sejak saat itu, tetapi para analis mengatakan bahwa Houthi dapat beralih dari posisi mereka di pinggiran perang AS-Iran saat ini dan mengambil peran yang lebih aktif.

Namun, Houthi dipandang kurang terikat secara ideologis dengan Iran dan telah lama menikmati lebih banyak kemerdekaan daripada kelompok lain yang didukung Teheran lainnya di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengerahkan ribuan pasukan lintas udara dan marinir tambahan ke Teluk. Pengerahan ini dilakukan di tengah spekulasi bahwa ia mungkin akan memerintahkan invasi darat terbatas untuk merebut aset minyak Iran di Teluk atau mengamankan Selat Hormuz.

Salah satu target yang mungkin adalah Pulau Kharg, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran. Trump menyebutnya sebagai pulau minyak kecil, sehingga sama sekali tidak terlindungi.

Pengiriman barang melalui Selat Hormuz melambat drastis karena konflik tersebut, mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak global. Harga minyak mentah telah melonjak hingga sekitar 100 dolar per barrel sebagai akibat dari gangguan pasokan.

Sementara, Iran dilaporkan telah mempersiapkan diri sistem pertahanan dan memindahkan personel militer ke Pulau Kharg beberapa pekan terakhir.

Menurut sumber intelijen AS, dikutip dari CNN, Iran juga telah memasang jebakan termasuk ranjau di sekitar pulau itu dan garis pantainya, tempat pasukan AS mungkin dapat melakukan pendaratan amfibi.

Beberapa sekutu Trump mempertanyakan secara serius perlunya melakukan operasi semacam itu, karena keberhasilan merebut pulau tersebut saja tidak akan menyelesaikan masalah yang terkait dengan Selat Hormuz. Komando Pusat AS tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai tindakan Iran di Kharg.

Militer AS telah menargetkan Kharg dalam serangan pada 13 Maret, dengan Komando Pusat mengatakan bahwa 90 target telah dihantam, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya. (red)

Redaksi 26 Maret 2026 26 Maret 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article AS Peringatkan Serangan Lanjutan Lebih Keras
Next Article KBM Usai Lebaran 2026 Tetap Tatap Muka, Pemerintah Batalkan Skema Hybrid
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Resmi! DPR RI Sahkan RUU PRT

21 April 2026
Nasional

Paripurna DPR Resmi Dibuka, Agenda Pengesahan Dua RUU Strategis

21 April 2026
Nasional

Kepala BGN Buka Suara Terkait Anggaran IT Tembus Rp 1,2 T

21 April 2026
Nasional

Raksasa Migas Italia Temukan Gas Jumbo di Indonesia

20 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?