JAKARTA, Juangsumatera.com – Komando militer Iran kembali menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menargetkan setiap kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Dilansir dari AFP dan dikutip detiknews, Kamis (11/6/2026), pernyataan itu disampaikan setelah Iran mengklaim telah menyerang dua kapal yang mencoba melewati selat tersebut.
“Semua lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan menjadi sasaran,” kata Komando Khatam al-Anbiya sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz kini ditutup sepenuhnya untuk seluruh jenis kapal. Penutupan dilakukan menyusul serangan Amerika Serikat (AS) di wilayah dekat selat tersebut.
“Sepenuhnya tertutup untuk semua jenis kapal,” demikian pernyataan pihak Iran.
Angkatan Laut Iran, yang dikutip televisi pemerintah IRIB dan kantor berita Mehr, menyebut dua kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz secara ilegal telah menjadi sasaran serangan.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di dekat Selat Hormuz.
Menurut AFP, media-media Iran melaporkan ledakan terjadi di wilayah selatan negara itu setelah Washington mengakui telah melakukan serangan yang disebutnya sebagai tindakan defensif.
Ledakan terdengar di Kota Bandar Abbas, Pulau Qeshm, serta wilayah Minab dan Sirik. Sumber-sumber Iran juga melaporkan adanya serangan proyektil musuh di Qeshm serta kota Kargan dan Sirik. (Red)


