JAKARTA, Juangsumatera.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meresmikan peluncuran lima jilid pertama buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” pada hari ini, Senin (31/8/2026).
Fadli mengatakan, peluncuran lima jilid pertama buku sejarah ini merupakan penyempurnaan dari soft launching yang sebelumnya dilakukan pada 14 Desember 2025.
“Kita meresmikan seri ‘Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global’, satu karya historiografi bangsa yang disempurnakan secara menyeluruh sejak soft launching pada tanggal 14 Desember 2025 yang lalu,” ujar Fadli dalam Taklimat Media di Jakarta Pusat, Senin (31/8) dikutip dari KOMPAS.com.
Fadli menuturkan, karya monumental ini menjadi jawaban atas aspirasi panjang para sejarawan dan akademisi serta menghadirkan pemutakhiran sejarah nasional secara komprehensif setelah hampir dua dekade lamanya tidak mengalami peremajaan substansial.
Politikus Partai Gerindra ini mengeklaim, sejak awal proses penyusunan, Kementerian Kebudayaan secara konsisten hanya menempatkan diri sebagai fasilitator.
“Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan secara independen kepada tim penulis untuk menjaga objektivitas, kebebasan akademik,” kata dia.
Fadli menyebutkan, negara bertugas untuk menjamin wadah bagi pencarian, pengujian, pengayaan pemahaman sejarah secara terbuka, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Ini merupakan persembahan dari 123 pakar, yang terdiri atas penulis, editor jilid, editor umum, dari 34 perguruan tinggi dan juga lembaga, 11 lembaga independen di seluruh Indonesia,” ucap dia.
Kehadiran buku ini, kata Fadli, mengusung misi besar untuk mengubah paradigma lama di mana sejarah bukan lagi sekadar instrumen hafalan tokoh dan sebuah peristiwa.
“Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama tokoh, dan instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka,” kata dia.
Fadli menuturkan, seluruh berkas buku yang diluncurkan hari dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat luas melalui platform digital pustakabudaya.id.
Menurut dia, hal ini merupakan komitmen pemerintah untuk memperluas dan memeratakan akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah. Pemerintah juga menyiapkan langkah pengamanan terhadap berkas digital agar isi buku tidak mudah diubah secara sembarangan oleh orang.
“Ini sudah ada watermark, sudah dienkripsi, supaya enggak diutak-atuk, diubah-ubah gambarnya oleh orang yang mungkin iseng-iseng,” kata Fadli. (red)


