JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal mengungkapkan pemerintah tengah melakukan sinkronisasi data kebutuhan guru di seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan sebagai dasar penyusunan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk APBN 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan Cucun usai membuka pertemuan bersama Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional (GTKN) serta pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, .
“Mendikdasmen sedang menghitung bersama Kemenpan-RB, bersinergi dengan Kemendagri yang memahami peta kebutuhan guru di daerah, termasuk kekosongan kepala sekolah,” kata Cucun seperti dikutip dari detiknews.
Ia menjelaskan, pemerintah juga tengah menginventarisasi rencana penggabungan (merger) sejumlah sekolah, khususnya sekolah dasar.
Melalui simulasi tersebut, pemerintah akan menghitung kembali kebutuhan guru yang disesuaikan dengan jumlah sekolah setelah proses penggabungan.
“Kebutuhan jumlah guru disesuaikan dengan kondisi sekolah. Saat ini sedang diinventarisasi sekolah-sekolah di daerah yang memungkinkan untuk digabung. Dari ratusan ribu sekolah yang ada, berapa yang bisa di-merger, itu sedang disusun oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Menurut Cucun, proses simulasi tersebut terus dikawal DPR agar hasilnya dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam penyusunan APBN 2027.
“Ini terus kami simulasikan dan DPR ikut mengawal. Kalau memang akan diputuskan pada 2027, maka harus dipersiapkan sejak penyusunan KEM-PPKF tahun ini,” katanya.
Selain itu, Cucun meminta pemerintah segera memastikan status pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menegaskan kepastian status tersebut tidak boleh melewati September 2026.
“Jangan sampai setelah September status mereka masih belum jelas. Ini membutuhkan kepastian, terutama terkait PPPK yang terdiri atas skema penuh waktu dan paruh waktu,” tegasnya.(Red)


