KAMPAR, Juangsumatera.com – Daerah Kabupaten Kampar merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi, tapi masyarakat nya masih kesulitan untuk membeli minyak Solar dan harus antri berjam – jam lama nya.
Sudah 2 bulan masyarakat Kabupaten Kampar kesulitan untuk membeli minyak Solar di seluruh SPBU di Kampar dan mereka harus antri berjam – jam lama nya bersama para pelangsir minyak Solar.
Salah seorang pengemudi mobil pribadi yang mengaku namanya Anto kepada Juangsunatera.com, Rabu (2/9/2026) dengan tegas mengatakan, kita heran dan sedih melihat kondisi kelangkaan minyak Solar didaerah penghasil minyak.
“Daerah penghasil minyak, tetapi masyarakat nya kesulitan untuk membeli minyak Solar di seluruh SPBU di daerah Kabupaten Kampar. Kesulitan tersebut karena antrian berjam – jam lama nya untuk mendapatkan minyak Solar, ”
terang Anto.
Kita menduga minyak Solar subsidi tersebut banyak dinikmati oleh alat berat. Para pelangsir minyak Solar menjual Solar subsidi kepada pelaku usaha tambang batu dan pasir. Menurut aturan yang ada alat berat tidak boleh memakai minyak subsidi.
“Penegakan hukum terhadap mafia minyak Solar subsidi di daerah Kabupaten Kampar masih minim. Begitu juga pengawasan oleh pihak Pertamina kepada pihak SPBU yang nakal maaih kurang jalan, sehingga penyelewengan minyak Solar subsidi masih marak terjadi,” kata Anto.
Kita berharap kepada Polres Kampar agar menangkao para pelaku pelangsir minyak Solar subsidi dan para pengusaha tambang dan perkebunan yang menikmati minyak Solar subsidi juga harus ditangkap, harap Anto.
Salah seorang sopir angkutan umum yang tidak mau disebut namanya dengan tegas mengatakan, minyak Solar subsidi sudah jelas peruntukan nya dan dilarang alat berat memakai minyak Solar subsidi.
“Tetapi fakta dilapangan, terlalu banyak mobil dump truk pelangsir minyak Solar dan mobil pribadi sebagai pelangsir di SPBU. Minyak Solar subsidi bukan untuk alat berat, hak kami dirampas okeh mereka (para pelangsir), ” ungkap nya. (tim)


