By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Impor Pertanian RI Sampai Rp300 T, Amran Gandeng UGM
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Keuangan

Impor Pertanian RI Sampai Rp300 T, Amran Gandeng UGM

By Redaksi Published 29 Juni 2026
Share
4 Min Read
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyiapkan pengembangan kedelai lokal seluas 2.000 hektare bersama Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, sekaligus menguji benih lokal yang diklaim memiliki kualitas lebih baik dibandingkan kedelai impor.

Adapun program tersebut merupakan bagian dari kerja sama senilai sekitar Rp40 miliar antara Kementerian Pertanian dan UGM, yang mencakup lima hingga enam komoditas strategis, mulai dari kedelai, bawang putih, kakao, pupuk, hingga peternakan.

Amran mengatakan, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menekan impor komoditas pertanian. Saat ini, menurutnya, impor sektor pertanian telah turun signifikan, namun nilainya masih mencapai lebih dari Rp300 triliun.

“Yang menarik adalah, impor kita sudah turun Rp41 triliun, tetapi masih ada Rp300 triliun lebih (nilai komoditas impor),” ujar Amran saat ditemui di Jakarta, Senin (29/6/2026) dikutip dari CNBC Indonesia.

Ia menjelaskan, hasil riset UGM tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan langsung masuk tahap implementasi di lapangan.

“Total kerja sama hari ini ada kurang lebih 6 komoditas, itu Rp40 miliar (total anggarannya). Kami harapkan ada sapi perah, sapinya namanya Sapi GAMA, Gagah dan Macho. Ini kita langsung tindaklanjuti, bukan MoU tapi langsung kita beli karya-karya putra terbaik bangsa yang ada di UGM. Kemudian kita kawal bersama uji sampai 2.000 hektare untuk kedelai, begitu juga bawang putih kita langsung kawal bersama. Ini sangat baik, kolaborasi ini sangat baik,” katanya.

Menurut Amran, benih kedelai hasil pengembangan UGM memiliki keunggulan karena merupakan non-GMO (bukan hasil rekayasa genetika), dengan ukuran biji yang lebih besar dibandingkan kedelai impor.

“Ini kualitasnya lebih bagus karena non-GMO. Apalagi kedelai lokal butirannya lebih besar daripada impor. Ini sangat bagus. Jadi kami langsung tadi minta UGM rencananya kemampuannya 1.000 tapi, aku memohon kalau bisa 2.000 hektar dan biayanya dari Kementerian Pertanian,” jelas dia.

Pengembangan tahap awal akan dilakukan di Jawa Tengah, bersamaan dengan proyek bawang putih dan kakao. “Rencana di Jawa Tengah kita mulai. Karena bawang putih juga di Jawa Tengah, kedelai juga Jawa Tengah, kemudian kakao juga di sana,” kata Amran.

Awalnya, UGM mengusulkan pengembangan seluas 1.000 hektare. Namun, Amran meminta luas lahan ditingkatkan menjadi 2.000 hektare dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Saat ditanya potensi pengurangan impor kedelai, Amran menegaskan pemerintah akan melihat terlebih dahulu hasil uji coba di lahan 2.000 hektare. Jika berhasil, luas tanam akan terus diperbesar. “Nah kita lihat dulu 2.000 hektare. Kalau ini berhasil kita tingkatkan, kalau perlu sampai 100.000 hektare,” ucapnya.

Ia memperkirakan panen perdana kedelai dari program tersebut dapat dilakukan pada akhir tahun ini. “Mudah-mudahan akhir tahun,” tutur dia.

Lebih lanjut, Amran menyebut pemerintah tengah mengejar swasembada tiga komoditas pangan strategis yang masih bergantung pada impor, yakni kedelai, bawang putih, dan satu komoditas lainnya. Saat ini, menurutnya, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan dari sebelas komoditas pangan strategis.

“Jadi, kan sekarang dari 11 komoditas pangan strategis sudah swasembada 8 tinggal 3. Ya doakan, janganlah kita ini bagaimana padi, jagung sustain, kemudian kedelai dan bawang putih kita rintis dari sekarang,”pungkas dia. (dce/red)

Redaksi 29 Juni 2026 29 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Anggaran Latihan Militer Kopdes Rp 30 Juta per Orang
Next Article KPK : Masih Ada Manajemen BUMN yang Belum Lapor LHKPN
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Keuangan

Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp 50 Ribu

8 September 2026
Keuangan

Menkeu : Pemda Bangun Infrastruktur Pinjam PT SMI, Dibayar Pakai DBH

8 September 2026
Keuangan

Barang Ekspor-Impor Rp 3 T Mandek Dampak Bandara Soetta Ditutup

8 September 2026
Keuangan

OJK Bidik NIK, Terkait 38.375 Rekening Terindikasi Judi Online

7 September 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?