BGN : 2.213 SPPG Masih Di-suspend
JAKARTA, Juangsumatera.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah di Indonesia. Sejak Januari 2025, BGN telah menutup sementara (suspend) sebanyak 8.182 SPPG.
“Terhitung sejak program MBG (Makan Bergizi Gratis) dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, dalam keterangan, Minggu (31/5/2026) dikutip dari detiknews.
Nanik menyebutkan, di wilayah I meliputi Pulau Sumatera, dari 5.968 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 148 SPPG yang masih di-suspend. Sebanyak 10 SPPG di-suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 138 SPPG di-suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi.
Sementara itu, sebanyak 610 SPPG yang semula di-suspend sudah beroperasi kembali. Dengan demikian, dari wilayah I, total sebanyak 758 SPPG telah di-suspend.
Di wilayah II meliputi Pulau Jawa, dari 16.594 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 1.666 SPPG yang masih di-suspend. Sebanyak 61 SPPG di-suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 1.605 SPPG di-suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi. Adapun 1.800 SPPG yang semula sudah di-suspend, kini telah beroperasi kembali.
“Jadi dari wilayah II, total sebanyak 3.466 SPPG telah di-suspend,” kata Nanik. (fca/knv/red)


