By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: MPR Respon Penutupan Selat Hormuz
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

MPR Respon Penutupan Selat Hormuz

By Redaksi Published 6 Maret 2026
Share
3 Min Read
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno merespons dampak penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang juga melibatkan Israel.

Menurut Eddy, Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan minyak dan gas bumi (migas) dari kawasan Timur Tengah. Ia menyebut hanya sekitar 20 persen kebutuhan migas nasional yang berasal dari wilayah tersebut.

“Saat ini Indonesia mengambil hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan migasnya dari Timur Tengah. Sisanya diambil dari Nigeria, Angola, Brasil, bahkan Australia,” kata Eddy, Kamis (5/3/2026) dikutip dari detiknews.

Ia menambahkan, pemerintah juga memiliki opsi untuk menutup kekurangan pasokan energi dengan meningkatkan impor dari Amerika Serikat.

Menurut Eddy, langkah itu merupakan opsi yang lazim dilakukan, terutama setelah Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian perdagangan baru.

“Sekarang Indonesia akan mengambil dari Amerika untuk menutupi kekurangan yang mungkin kita akan dapatkan karena penutupan Selat Hormuz. Jadi saya kira opsi untuk membuka pengambilan atau impor BBM dari Amerika Serikat merupakan opsi yang sangat lazim dan patut dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Eddy menyoroti persoalan cadangan strategis migas nasional yang dinilai masih terbatas. Ia menyebut cadangan energi Indonesia saat ini hanya mampu bertahan sekitar 20 hari. “kondisi tersebut dapat menjadi masalah apabila terjadi gangguan pasokan BBM secara total,” katanya.

“Yang menjadi permasalahan adalah terkait cadangan strategis nasional migas yang memang 20 hari usianya. Ketika kita masih memiliki akses untuk mendapatkan pasokan BBM, tentu tidak terlalu menjadi masalah. Namun dalam kondisi terburuk ketika pasokan terhenti sama sekali, Indonesia memang tidak memiliki bantalan yang cukup besar,” kata dia.

Karena itu, Eddy mendorong pemerintah untuk meningkatkan cadangan strategis migas nasional hingga lebih panjang.

Ia menyarankan agar cadangan migas ditingkatkan setidaknya hingga 30 hari atau bahkan lebih. Untuk mewujudkannya, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur pendukung seperti tangki penampungan atau storage capacity.

“Ke depan kita harus meningkatkan cadangan strategis migas dari 20 hari menjadi mungkin 30 hari atau bahkan lebih. Untuk mencapai hal tersebut tidak hanya dengan menambah impor BBM, tetapi juga mempersiapkan infrastrukturnya, khususnya tempat penampungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan tangki penampungan cadangan migas perlu dilakukan di berbagai wilayah Indonesia agar distribusi dan ketahanan energi nasional semakin kuat. (red)

Redaksi 6 Maret 2026 6 Maret 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Dede Yusuf: Kasus Fadia Arafiq Jadi Pelajaran bagi Kepala Daerah
Next Article SPPG Indra Sakti Kembali Dikritik Masyarakat, Menu MBG Tak Sampai Rp10.000
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

36 Negara Sepakat Bikin Pengadilan Khusus Untuk Hukum Presiden Rusia

30 Mei 2026
Nasional

Negosiasi Buntu, AS Tegaskan Mampu Perang Lawan Iran

30 Mei 2026
Nasional

KPK : Tak Boleh Ada Gratifikasi Saat Penerimaan Murid Baru

30 Mei 2026
Nasional

Wagub Sumbar Respons Abu Janda Soal Barbar

30 Mei 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?