By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Trump Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Telah Wafat
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Trump Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Telah Wafat

By Redaksi Published 15 Juli 2026
Share
3 Min Read
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan klaim mengejutkan terkait Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Trump mengklaim Mojtaba telah meninggal dunia.

Dilansir dari detikcom, Rabu (15/7/2026), keberadaan Mojtaba Khamenei memang telah menjadi tanda tanya publik selama beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, New York Post, mengutip penilaian intelijen AS, melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka parah dan cacat fisik serius akibat serangan gabungan AS dan Israel.

Menurut laporan tersebut, Mojtaba berada di kediaman yang sama dengan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, saat serangan udara terjadi. Namun, ia selamat karena berada di ruangan yang berbeda.

Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, sebelumnya menyatakan Mojtaba mengalami cedera pada kaki, tangan, dan lengan serta menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejak serangan tersebut, Mojtaba tidak pernah tampil di hadapan publik maupun menyampaikan pidato secara langsung. Bahkan, sejak dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu, ia belum pernah terlihat dalam kegiatan publik.

Spekulasi mengenai kondisinya semakin menguat setelah Mojtaba tidak menghadiri rangkaian pemakaman ayahnya yang berlangsung selama beberapa hari di berbagai kota di Iran dan Irak pada awal Juli.

Setelah Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan pada 9 Juli 2026, Mojtaba tidak muncul secara langsung. Sebagai gantinya, ia merilis pernyataan tertulis yang menegaskan tekad Iran untuk membalas kematian sang ayah.

“Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan. Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi,” tulis Mojtaba dalam surat yang ditandatangani pada Jumat (10/7).

Dalam pernyataan yang sama, ia juga menegaskan komitmen Iran untuk membalas serangan tersebut.

“Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu.”

Minimnya informasi mengenai kondisi Mojtaba kemudian memicu berbagai spekulasi, termasuk pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut pemimpin tertinggi Iran itu kemungkinan besar telah meninggal dunia.

Dalam wawancara dengan media AS Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (14/7/2026), Trump kembali mengeklaim kemampuan militer Iran telah lumpuh akibat perang.

“Mereka (Iran) tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas,” ujar Trump.

Dalam wawancara tersebut, Trump sempat keliru menyebut nama mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebagai “Khomeini”, yang merujuk pada Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran yang wafat pada 1989.

“Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada,” kata Trump.

Trump kemudian mengklaim putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, juga kemungkinan besar telah meninggal dunia.

“Putranya, 90 persen telah tiada,” ujar Trump, merujuk pada Mojtaba.(Red)

Redaksi 15 Juli 2026 15 Juli 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article KPK Geledah Rumah Anggota BPK, Amankan Barang Bukti Elektronik
Next Article Kasus Pemerkosaan Remaja di Sampang Diusut Tuntas, Polda Jatim Turun Tangan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Pejabat China Temui Kapolri Suyudi, Bahas Jaringan Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh

28 Oktober 2026
Nasional

BNPB : Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan  Heli

27 Oktober 2026
Nasional

Menkum : 700 Ribu Badan Usaha Tak Lapor Data Pemilik Manfaat Diblokir

26 Oktober 2026
Nasional

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic

26 Oktober 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?