By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Siswa Pesantren di Kampar Korban Perundungan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
KamparRiau

Siswa Pesantren di Kampar Korban Perundungan

By Redaksi Published 31 Mei 2024
Share
2 Min Read
Photo ilustrasi anak korban perundungan
SHARE

KAMPAR, Juangsumatera.com – Salah seorang siswa dari Pesantren di Kabupaten Kampar Provinsi Riau menjadi korban perundungan. Korban sampai saat ini tidak lagi sekolah dan menjalani pengobatan.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kampar Linda Wati  ketika dihubungi Juangsumatera.com melalui telepon genggam, Kamis (30/5/2024) membenarkan adanya kasus perundungan anak di Pesantren di Kampar dan korban seorang anak laki – laki.

“Korban tersebut kelas 1 SMA di Pesantren dan sudah pernah dilaporkan oleh keluarga ke Polres Kampar dan pihak Polres Kampar menyerahkan kasus tersebut kepada kami,” ungkap Linda Wati.

Linda Wati juga mengakui adanya hukuman kepada korban dengan kekerasan dan anak tersebut juga termasuk nakal. Kata pihak sekolah anak tersebut perokok.

Memang kita akui mendidik anak – anak tidak boleh dengan kekerasan. Kami akan mempertemukan pihak keluarga korban dengan pihak sekolah terkait kasus tersebut, kata Linda Wati.

Menurut psikolog kami, korban memang ada gangguan ringan atas kejadian tersebut. Kasus tersebut berawal ketika korban masih duduk dibangku SMP di Pesantren tersebut.

Menurut informasi yang kami dapatkan, anak tersebut korban dari teman nya sendiri. Kurang nya pengawasan dari pihak pondok Pesantren juga salah satu penyebabnya.

Jumlah guru yang ada di Pesantren tersebut tidak memenuhi standar dengan jumlah siswa akan yang di didik Pra gurunya juga kurang tanggap sehingga munculah kasus ini, ungkap Linda Wati. (Tim)

Redaksi 31 Mei 2024 31 Mei 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Pj Bupati Pimpin Rapat Pembagian Tugas, Terkait Kunjungan Kerja Presiden di Kampar
Next Article AS dan Inggris Bombardir Yaman, Timur Tengah Memanas
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KamparRiau

Dana PI Di Kampar Diduga Dikorupsi, 6 Milyar Bangunan Aula Stanum Mubazir

29 Januari 2026
KamparRiau

Anggota DPRD Kampar Sudah Hampir Satu Tahun Menghilang, Terkait KUR

28 Januari 2026
KamparRiau

Pembangunan Jalan Soebrantas Menuju Kantor Bupati Kampar Gagal Dikerjakan

27 Januari 2026
KamparRiau

Sudah 2 Kali Didemo Warga, Galian C di Desa Sungai Jalau Tetap Beroperasi

26 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?