JAKARTA, Juangsumatera.com — Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan para pemimpin negara Asosiasi Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kazan yang dimulai pada Rabu (17/6/2026).
Perwakilan dari 11 negara Asia Tenggara itu menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Rusia-ASEAN. Pertemuan ini sekaligus menjadi peringatan 35 tahun hubungan Rusia dan ASEAN serta peringatan 30 tahun Rusia sebagai mitra dialog ASEAN.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah bertolak menjelang pertemuan ini.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan hadir, sementara Vietnam, Singapura, Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Laos masing-masing oleh perdana menteri mereka. Sementara itu, Myanmar juga mengirim delegasi.
Pemerintah Rusia menyatakan berbagai isu bakal dibahas dalam pertemuan tersebut. “Para pemimpin akan bertukar pandangan tentang masalah global dan regional,” demikian menurut pemerintah Rusia, dikutip AFP.i dan dilansir dari CNN Indonesia.
Mereka juga akan membahas tujuan baru dalam hubungan Rusia-ASEAN di bidang “keamanan, perdagangan, investasi, dan kerja sama kemanusiaan.”
Ketahanan pangan juga kemungkinan akan menjadi isu penting, mengingat Rusia tetap menjadi pemasok utama gandum, pupuk, dan produk pertanian lainnya di dunia yang penting bagi banyak perekonomian Asia Tenggara.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bakal membahas pasokan minyak ke negara ini bakal terus berlanjut.
Pertemuan Rusia-ASEAN berlangsung di tengah ancaman krisis bahan bakar minyak imbas perang yang dimulai Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Rusia menjadi salah satu pengekspor minyak, gas alam, dan teknologi nuklir terbesar di dunia. Beberapa anggota ASEAN juga sedang menjajaki perluasan kerja sama dalam infrastruktur energi, pengembangan minyak dan gas, serta proyek nuklir sipil. (isa/dna/red)


