JAKARTA, Juangsumatera.com – Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjalani perawatan medis usai menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Polisi menyebut korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.
“Kondisi korban masih dalam perawatan dan belum bisa dibesuk,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, kepada wartawan, Senin (16/3/2026) dikutip dari detiknews.
Polisi menyatakan akan menggali keterangan dari Andrie setelah kondisinya membaik. Selain itu, penyelidikan juga dilakukan dengan meminta keterangan dari orang-orang di sekitar korban serta saksi di lokasi kejadian.
“Tentunya, tapi juga tetap mendalami dari orang sekitar korban dan sekitar TKP,” ujar Budi.
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut. Ia mengatakan telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar kasus ini diusut tuntas.
“Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” ujar Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3).
Sigit menjelaskan, penyelidikan dilakukan dengan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation. Tim kepolisian saat ini masih mengumpulkan berbagai informasi di lapangan.
“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” tuturnya.
Ia menambahkan, penanganan kasus ini berada di bawah koordinasi Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya. Perkembangan penyelidikan, kata dia, akan disampaikan secara berkala kepada publik.(red)


