By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: LPPNRI : Tapal Batas Tak Kunjung Tuntas, Pemkab Kampar Dinilai Gagal 
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
KamparRiau

LPPNRI : Tapal Batas Tak Kunjung Tuntas, Pemkab Kampar Dinilai Gagal 

By Redaksi Published 26 Maret 2026
Share
2 Min Read
Ketua LPPNRI Kabupaten Kampar, Daulat Panjaitan
SHARE

KAMPAR – Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Kampar, Daulat Panjaitan, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar yang dinilai gagal menyelesaikan konflik tapal batas yang telah berlarut-larut hingga tahun 2026.

Menurutnya, persoalan tapal batas di Kampar bukan lagi sekadar masalah administratif, melainkan sudah masuk kategori krisis kepastian hukum yang berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Ini bukan lagi kelalaian biasa. Ini kegagalan nyata pemerintah dalam menjalankan fungsi dasarnya, melindungi rakyat dan memberikan kepastian hukum,” tegas Daulat Panjaitan.

Ia menyoroti konflik yang tak kunjung selesai, seperti di Desa Bencah Kelubi dan Desa Kota Garo di Kecamatan Tapung Hilir, kemudian Desa Tarai Bangun dan Desa Kualu di Kecamatan Tambang, serta konflik antar Kabupaten Kampar dengan Rokan Hulu.

“Sudah lebih dari 10 tahun, pertanyaannya, apa yang sebenarnya dikerjakan pemerintah selama ini?” ujarnya.

Daulat juga menyinggung kebijakan daerah yang justru memperkeruh keadaan, termasuk regulasi yang memicu polemik di tengah masyarakat. “Kalau regulasi justru memicu konflik, maka itu harus dievaluasi total. Jangan dipaksakan jika menyakiti rasa keadilan masyarakat,” katanya.

LPPNRI Kampar mengingatkan, bahwa kondisi ini sangat berbahaya dan bisa memicu bentrokan antar warga sewaktu-waktu. “Jangan tunggu ada korban baru sibuk turun ke lapangan. Ini pola lama yang terus berulang. Negara tidak boleh hadir setelah konflik terjadi,” tegasnya.

Kami dari LPPNRI Kampar mendesak Pemkab Kampar segera menetapkan batas wilayah secara definitif, meminta Pemerintah Provinsi Riau turun tangan secara serius, serta mendorong Kementerian Dalam Negeri mengambil alih penyelesaian konflik lintas daerah.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian yang jelas, kami akan membawa persoalan ini ke pusat. Ini tidak bisa lagi didiamkan,” ujar Daulat Panjaitan.

Ia juga mengingatkan, bahwa jika persoalan ini terus dibiarkan, maka tidak hanya berdampak pada konflik sosial, tetapi juga menghambat pembangunan daerah dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan, karena ketika negara dianggap tidak hadir, konflik di lapangan akan mencari jalannya sendiri,” tutupnya. (tim)

Redaksi 26 Maret 2026 26 Maret 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article PBNU Dukung KPK Percepat Proses Hukum Perkara Korupsi Kuota Haji
Next Article Pemkab Kampar Matangkan Persiapan Pacu Sampan, Ini Jadwal dan Lokasinya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KamparRiau

Perumdam Tirta Kampar Tingkatkan Pelayanan dan Kualitas Produksi

21 April 2026
KamparRiau

Disdikpora Kampar Akui Pembahasan Anggaran Guru Bantu Provinsi Tidak Ada

20 April 2026
KamparRiau

4 Bulan Tidak Gajian, Puluhan Guru Bantu Provinsi Datangi Kantor DPRD Kampar

20 April 2026
KamparRiau

Tidak Terurus, Taman Median Jalan Lingkar Tumbuh Subur Ilalang

17 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?