JAKARTA, Juangsumatera.com – Penolakan India terhadap gas alam cair (LNG) asal Rusia berbuntut panjang. Sebuah kapal tanker berkapasitas 138.200 meter kubik kini terombang-ambing di laut tanpa tujuan pasti, setelah tak diizinkan bersandar untuk membongkar muatannya.
Melansir Reuters, Rabu (13/5/2026) dan dikutip dari detikfinance, kapal tanker Rusia bernama Kunpeng tersebut diketahui membawa gas cair dari terminal Portovaya yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS) imbas perang Ukraina. Kapal ini awalnya direncanakan bersandar dan melakukan bongkar muat pada bulan lalu di terminal impor LNG Dahej di India bagian barat.
“Keengganan India menyebabkan kargo LNG dari pabrik Portovaya di Laut Baltik yang dikenai sanksi AS di Rusia tidak dapat dibongkar, meskipun India telah tertera sebagai tujuannya pada pertengahan April,” kata salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Keputusan New Delhi ini mempertegas upaya India untuk menjaga keseimbangan antara mengamankan kebutuhan energi murah dan menjaga hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Kondisi ini juga mencerminkan keterbatasan Moskow untuk mengalihkan ekspor LNG-nya ke pasar baru.
Laporan menyebutkan, sempat ada upaya dari Rusia untuk menyamarkan asal-usul kargo tersebut sebagai non-Rusia, namun pelacakan satelit tetap berhasil mengidentifikasi sumber muatan aslinya.
Berbeda dengan minyak mentah yang lebih mudah disamarkan melalui transfer antar kapal (ship-to-ship transfer) di tengah laut, pengiriman LNG jauh lebih sulit disembunyikan dari pengawasan data navigasi global.
“Kapal tersebut tetap terlacak meskipun dokumentasi menunjukkan bahwa kargo tersebut bukan berasal dari Rusia,” jelas sumber yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.
Terakhir, menurut laporan LSEG, kapal itu kini berada di dekat perairan Singapura tanpa pengumuman tujuan lebih lanjut. Sementara pembicaraan antara Rusia dengan India mengenai muatan kargo yang diizinkan masuk masih berlanjut.
Rusia dilaporkan terus mengejar kesepakatan jangka panjang untuk memasok LNG dan pupuk ke India guna mengalihkan pasar yang selama ini bergantung pada Eropa. Di sisi lain, India memberikan sinyal terbuka untuk membeli LNG Rusia, namun dengan syarat ketat bahwa kargo tersebut harus berasal dari proyek yang bersih dari sanksi internasional. (igo/fdl/red)


