KAMPAR Juangsumatera.com- Anggaran dari APBD Kampar hampir setiap tahun mengalir ke instansi vertikal, dilain sisi instansi vertikal tersebut punya anggaran masing – masing di instalasi mereka.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Indonesian Coruption Investgation (ICI) Provinsi Riau Muhammad Ikhsan SH kepada Juangsumatera.com di Bangkinang Kota, Senin sore (18/12). “APBD Kampar hampir setiap tahun mengalir ke instansi vertikal,” terangnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Muhammad Ikhsan, dana APBD Kampar tersebut untuk pembangunan fasilitas Polres Kampar, Kejari Kampar, Pengadilan Negeri Bangkinang. Begitu juga pembangunan kantor PWI Kampar yang setiap tahun dianggarkan melalui dana APBD Kampar.
Instansi vertikal tersebut mereka punya anggaran dipusat dan kenapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar selalu mem prioritas untuk mereka. Kampar masih banyak keluarga miskin dan miskin ekstrem, kerena kemiskinan tersebut angka stunting lumayan banyak di Kampar.
Menurut Muhammad Ikhsan yang sering disapa Ican ini, lebih baik anggaran untuk instansi vertikal tersebut dialihkan untuk program kemiskinan, anggaran untuk kesehatan seperti untuk mengurangi stunting, untuk pembangunan sekolah dan PDTA, serta untuk biaya guru ngaji PDTA.

Anggaran untuk masyarakat miskin, stunting, pembangunan sekolah dan PDTA langsung dinikmati oleh masyarakat Kampar, dari pada membantu instansi vertikal dan mereka punya anggaran dari pusat, tegas Ican.
Ke depannya kata Ican, Pemkab Kampar jangan terlalu doyan untuk menganggarkan anggaran untuk instansi vertikal kedalam APBD Kampar, karena Kampar perlu penanganan untuk mengurangi kemiskinan dan stunting. (Tim)


