KAMPAR, Juangsumatera.com – Plt Kepada Disdikpora Kabupaten Kampar Helmi mengakui bahwa pengajuan anggaran untuk guru bantu Provinsi tidak pernah dibahas.
“Pengajuan anggaran untuk guru bantu Provinsi tidak pernah dibahas pada tahun 2025 kemaren, sehingga tidak masuk anggaran nya pada tahun 2026 di Disdikpora Kampar,” hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Disdikpora Kampar, Helmi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruangan Badan anggaran (Banggar) DPRD Kampar, Senin (20/4/2026).RDP tersebut dihadiri oleh Puluhan guru bantu Provinsi Riau.
Diterangkan nya lebih lanjut, saya baru tahu di Disdikpora Kampar, permasalahan guru bantu Provinsi Riau saya baru tahu setalah ada surat dari guru bantu Provinsi.
“Kita akan memperjuangkan nasib guru bantu Provinsi Riau. Para guru bantu telah bekerja dan mengabdi di Kampar dan mengenai gaji akan kita perjuangkan bersama,” terang Helmi.
Juru bicara guru bantu Provinsi Riau yang bertugas di Kampar, putri didalam RDP mengatakan, guru bantu Provinsi Riau yang mengajar di Kabupaten Kampar berjumlah 72 orang, 2 orang telah pensiun dan 2 orang meninggal dunia dan sekarang yang tersisa hanya 68 orang.
“Kami sudah 4 bulan tidak gajian, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tidak menganggarkan gaji kami, sebelumnya kami digaji melalui Dinas Dikpora Provinsi Riau,” ungkapnya.
Diterangkan nya lebih lanjut, terhitung bulan Januari tahun 2026, Provinsi Riau tidak lagi menganggarkan gaji seluruh guru bantu yang ada di Provinsi Riau dan termasuk di Kampar. Semua guru bantu diserahkan kepada Kabupaten dan Kota.
“Provinsi Riau telah melayangkan surat kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Riau terkait penganggaran guru bantu. Salah satu poin berbunyi yakni, Provinsi Riau menyerahkan proses dan penyusunan penganggaran tahun 2026 guru bantu ke Pemerintah Kabupaten dan Kota,” ungkap Putri.
Surat tersebut pada bulan September tahun 2025 yang ditanda tangani oleh Sekda Riau.Tapi sayangnya Pemkab Kampar tidak menanggapi surat dari Provinsi Riau.
“Karena Pemkab Kampar tidak menanggapi surat dari Provinsi Riau dan sekarang ini kami 68 orang guru bantu Provinsi Riau yang mengajar di Kampar tidak gajian selama 4 bulan,” terang nya dengan sedih.
Kami sudah Puluhan tahun mengajar dan mengabdi di Kampar, tetapi nasib kami diabaikan sekarang ini, ungkap Putri.
(yl)


