By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Diduga Depresi, Seorang Dokter Ditemukan Gantung Diri
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Diduga Depresi, Seorang Dokter Ditemukan Gantung Diri

By Redaksi Published 27 Juni 2026
Share
3 Min Read
Kediaman dirumah duka
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong atau menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau fasilitas layanan kesehatan mental terdekat.

Seorang dokter bernama dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha Pakaenoni (27) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri.

Keluarga menyebut Icha mengalami depresi setelah diduga mendapat intimidasi dari dua anggota DPRD TTU saat menjalankan tugas di rumah sakit.

“Selamat malam rekan-rekan media, pukul 18.30 sore ini saya mendapat kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni (ayah korban) dari Kupang bahwa dokter Icha telah berpulang ke rumah Bapa di surga,” ujar paman korban, Victor Manbait, melalui pesan WhatsApp, seperti dilansir detikBali, Sabtu (27/6/2026).

Victor mengatakan penyebab pasti kematian Icha masih menunggu hasil penyelidikan. “Belum diketahui penyebab meninggalnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang diduga menjadi pemicu terjadi saat Icha bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Saat itu, ia menangani seorang pasien anak korban gigitan ular hijau yang merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 12.50 Wita.

Tak lama kemudian, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU mendatangi IGD dan disebut berbicara dengan nada tinggi kepada Icha. Keduanya diketahui bernama Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien yang ditangani merupakan keponakan Therensius.

Paman sekaligus juru bicara keluarga, Fabianus Banase, mengatakan Icha ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di lantai dua rumahnya sekitar pukul 17.55 Wita.

“Ditemukan gantung diri di lantai dua sekitar pukul 17.55 Wita. Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri,” ujar Fabianus saat ditemui di rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani membantah telah melakukan intimidasi terhadap tenaga medis. Therensius menjelaskan keluarganya saat itu panik karena kondisi keponakannya yang terus mengeluhkan rasa sakit.

“Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai fakta yang sebenarnya terjadi,” kata Therensius dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali.

“Kami akui dalam situasi itu nada bicara kami memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter,” tambahnya.(Red)

Redaksi 28 Juni 2026 27 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad1
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Pemerintah Siap Dialog Soal MBG Tapi Jangan Diusir
Next Article Buka Festival Fulan Fehan IV, Targetkan Jadi Festival Internasional
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Dukung Pendidikan Gratis, Hidayat Nur Wahid Singgung Keadilan

27 September 2026
Nasional

Masuk TN Komodo Tanpa Tiket Akan Kena Denda 5 Kali Lipat

26 September 2026
Nasional

Kekayaannya Rp 867 Triliun, Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris

26 September 2026
Nasional

Arab Saudi Serukan Tentara Siap Korbankan Nyawa Lawan Houthi

25 September 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?