By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Banyak Timses Jadi Honorer, DPR Minta Kemendagri Perketat Pengawasan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Banyak Timses Jadi Honorer, DPR Minta Kemendagri Perketat Pengawasan

By Redaksi Published 9 Juni 2026
Share
3 Min Read
Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong merespons temuan yang diungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengenai banyaknya tim sukses kepala daerah diangkat menjadi tenaga honorer. Ia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memantau rekrutmen honorer di daerah.

“Kami minta agar kemendagri terus memantau daerah-daerah agar tidak kecolongan lagi,” ujar Bahtra kepada wartawan, Selasa (9/6/2026) dikutip dari detiknews.

Bahtra menyebutkan, Kemendagri sudah membuat surat edaran kepada kepala daerah agar praktik honorer bawaan pejabat ini bisa jadi atensi dan disetop. Menurut dia, praktik ini harus segera dihentikan.

“Sekarang nggak boleh lagi rekrut honorer dengan alasan apa pun, termasuk karena berutang budi sama timses pada saat pilkada. Sebab, kalau ini terus dilakukan, maka aturan terkait maksimal 30% persen belanja pegawai sulit terealisasi,” katanya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Bahtra, Kemendagri perlu memikirkan sanksi agar Pemda tak lagi merekrut tenaga honorer. Ia pun mendapat laporan yang sama bahwa daerah-daerah yang merekrut honorer karena dulunya timses kepala daerah.

“Kami mendapatkan laporan bahwa masih ada laporan, tapi terkait daerahnya nanti kami akan cek lagi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito menyoroti rekrutmen tenaga honorer di daerah yang menyebabkan belanja pegawai membengkak. Terlebih tenaga honorer yang direkrut tidak sesuai dengan keterampilan.

“Yang sekarang terjadi kan PPPK ataupun PNS yang diangkat dari tenaga honorer kalau yang skill seperti guru, tenaga kesehatan okelah. Tapi, kalau tenaga administrasi kan mohon maaf dulunya banyak tim sukses dijadikan tenaga honorer, setelah bertahun-tahun dia mereka minta diangkat menjadi PPPK, setelah itu beban APBD jadi berat. Itu,” kata Tito seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia mengatakan pengangkatan tenaga honorer tersebut juga bisa menjadi beban untuk kepemimpinan kepala daerah setelahnya. Tito berharap perekrutan tenaga honorer diberhentikan dahulu.

“Akhirnya jadi beban kepala daerah berikutnya, makanya kita minta kepala daerah yang sekarang belajar dari pengalaman yang itu jangan angkat tenaga honorer lagi ya. Tapi ada permintaan tadi kecuali yang skill yang guru atau nakes yang memang sudah nggak ada lagi, sudah habis misalnya, apa boleh dibuat ya. Tapi sedapat mungkin jangan karena bisa menjadi beban belanja pegawai,” kata dia. (isa/eva/red)

Redaksi 9 Juni 2026 9 Juni 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article ​Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Proyek Pendidikan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Belum Ada Transaksi Sewa Tanah di Bukik Ameh, Masih Tahap Sosialisasi

8 Juni 2026
Nasional

Masyarakat Tolak Pembangunan Bukik Ameh Dengan Investor Untuk Tempat Wisata

8 Juni 2026
Nasional

Ketua Ombudsman Hery Susanto Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat

8 Juni 2026
Nasional

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tak Ada Kuota Titipan

8 Juni 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?