By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Arab Saudi Cs Memohon AS Bujuk Israel Tak Lakukan Ini
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Arab Saudi Cs Memohon AS Bujuk Israel Tak Lakukan Ini

By Redaksi Published 11 Oktober 2024
Share
3 Min Read
Bendera AS dan Israel
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Negara-negara Teluk dilaporkan tengah melobi Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan Israel menyerang lokasi minyak Iran. Mereka khawatir fasilitas minyak negara masing-masing akan diserang oleh proksi Teheran jika konflik meningkat.

Tiga sumber Teluk mengatakan sebagai bagian dari upaya mereka untuk menghindari terjebak dalam baku tembak, negara-negara Teluk termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar juga menolak untuk membiarkan Israel terbang di atas wilayah udara mereka untuk manuver serangan apapun terhadap Iran. Mereka telah menyampaikan hal ini ke Washington.

Para sumber juga menyatakan bahwa Arab Saudi, sebagai pengekspor minyak terkemuka bersama dengan negara-negara tetangga penghasil minyak – UEA, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain – sangat tertarik untuk meredakan situasi.

“Kami akan berada di tengah-tengah perang rudal. Ada kekhawatiran serius, terutama jika serangan Israel menargetkan instalasi minyak Iran,” kata salah satu sumber, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/10/2024) dan dilansir dari CNBC Indonesia.

Ketiga sumber mengatakan, serangan Israel terhadap infrastruktur minyak Iran akan berdampak global, terutama bagi China, yang merupakan pelanggan minyak utama Iran, serta bagi Kamala Harris menjelang pemilihan presiden 5 November melawan Donald Trump.

“Jika harga minyak melonjak hingga US$120 per barel, hal itu akan merugikan ekonomi AS dan peluang Harris dalam pemilihan umum. Jadi mereka (Amerika) tidak akan membiarkan perang minyak meluas,” kata sumber tersebut.

Sumber juga mengatakan, menjaga semua instalasi minyak tetap menjadi tantangan, meskipun memiliki sistem pertahanan rudal dan Patriot yang canggih, jadi pendekatan utamanya tetap diplomatis: memberi isyarat kepada Iran bahwa negara-negara Teluk tidak menimbulkan ancaman.

Seseorang di Washington yang mengetahui diskusi tersebut mengonfirmasi bahwa pejabat Teluk telah menghubungi mitra-mitra AS untuk menyampaikan kekhawatiran tentang potensi cakupan pembalasan yang diharapkan Israel.

Namun, Gedung Putih menolak berkomentar ketika ditanya apakah pemerintah Teluk telah meminta Washington untuk memastikan tanggapan Israel terukur. Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada Rabu tentang pembalasan Israel dalam panggilan telepon.

Langkah yang dilakukan oleh negara-negara Teluk muncul setelah dorongan diplomatik oleh Iran Syiah non-Arab untuk membujuk tetangga-tetangganya di Teluk yang Sunni untuk menggunakan pengaruh mereka dengan Washington, di tengah meningkatnya kekhawatiran Israel dapat menargetkan fasilitas produksi minyak Iran.

Selama pertemuan minggu ini, Iran memperingatkan Arab Saudi bahwa mereka tidak dapat menjamin keamanan fasilitas minyak kerajaan Teluk itu jika Israel diberi bantuan dalam melakukan serangan.

Israel sendiri telah berjanji akan membayar serangan rudal Iran, sementara Teheran mengatakan setiap pembalasan akan dibalas dengan kehancuran besar, meningkatkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas di kawasan itu yang dapat menyeret AS. (luc/luc/tim)

Redaksi 11 Oktober 2024 11 Oktober 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Pj Bupati Kampar Serahkan Zakat Dari BAZNAS Kampar
Next Article RI Mendesak DK PBB Jamin Keamanan Pasukan UNIFIL Saat Jaga Lebanon
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?