By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel

By Redaksi Published 25 Oktober 2026
Share
3 Min Read
SHARE

TEL AVIV, Juangsumatera.com – Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengakui Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menghentikan bantuan militer kepada negaranya. Dia memperingatkan jajarannya agar bersiap menghadapi kenyataan tersebut karena Israel berpotensi kehilangan bantuan senilai puluhan miliar dolar AS.

Netanyahu menegaskan, berakhirnya bantuan militer Washington kepada Tel Aviv hanya masalah waktu. Dia pun meminta pemerintah Israel mulai mengantisipasi perubahan kebijakan AS, termasuk kemungkinan menghadapi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza.

Jika Anda berpikir kita akan terus menerima apa yang telah saya amankan dua kali, dan itu adalah puluhan miliar dolar bantuan Amerika untuk anggaran pertahanan, persiapkan diri Anda dan membiasakan diri menghadapi kenyataan bahwa itu tidak akan terjadi, karena Amerika telah berubah,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10 dan dikutip dari iNews.id, Minggu (25/10/2026).

“Ini sudah berakhir, dan akan berakhir. Ini hanya masalah waktu,” ujarnya, menegaskan.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Netanyahu terhadap meningkatnya penentangan di kalangan politik AS atas bantuan militer kepada Israel, terutama di tengah perang di Jalur Gaza yang menuai kecaman internasional.

Meski demikian, Netanyahu tidak menyebutkan kapan bantuan tersebut akan berakhir. Dia juga tidak mengumumkan adanya keputusan resmi pemerintah AS untuk menghentikan bantuan militer kepada Israel.

Sebaliknya, dia meminta pemerintahnya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan hubungan dengan Washington, yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama Israel dalam bidang pertahanan.

Selain bantuan militer, Netanyahu juga memperingatkan kemungkinan Israel menghadapi sanksi ekonomi dan perbankan. Dia menilai negaranya harus membangun sistem ekonomi dan keuangan yang mampu bertahan jika sanksi tersebut benar-benar diberlakukan.

“Anda harus memahami bahwa mungkin ada sanksi, termasuk sanksi perbankan. Anda harus mempersiapkan ekonomi yang dapat mengatasi sanksi tersebut,” katanya.

Saat ditanya apakah rantai pasok dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi sanksi ekonomi, Netanyahu menjawab, “Iya, itu salah satu caranya. Saya sudah meminta rencana untuk mempersiapkannya.”

Netanyahu sebelumnya juga menyerukan pengurangan ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS. Dia mendorong penguatan industri pertahanan dalam negeri agar Israel memiliki kemampuan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan militernya secara mandiri.

Berdasarkan pakta yang ditandatangani Israel dan AS pada 2016, Washington berkomitmen memberikan bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS selama periode 10 tahun yang akan berakhir pada 2028.

Besarnya nilai bantuan tersebut membuat kemungkinan penghentiannya menjadi tantangan bagi Israel, terutama dalam menjaga anggaran pertahanan dan memenuhi kebutuhan persenjataan di tengah konflik kawasan. (red)

Redaksi 25 Oktober 2026 25 Oktober 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Kapal Pengangkut 1 Ton Narkoba Terdaftar Milik Perusahaan Malaysia
Next Article RI Pangkas Ekspor Gas, PM Singapura Lawrence Wong Buka Suara
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Menkum : 700 Ribu Badan Usaha Tak Lapor Data Pemilik Manfaat Diblokir

26 Oktober 2026
Nasional

Rakyat Serbia Rayakan Tumbangnya Vucic

26 Oktober 2026
Nasional

Pangkas Gas ke Singapura Tak Akan Ganggu Hubungan Diplomatik

25 Oktober 2026
Nasional

Viral Bule Belanda Adu Jotos dengan Warga di Manokwari

25 Oktober 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?