KAMPAR, Juangsumatera.com – Daerah Kabupaten Kampar Provinsi Riau salah satu daerah penghasil minyak bumi. Dibawah minyak diatas kelangkaan minyak, terutama minyak Solar. Hampir seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Kampar terjadi antrian panjang mobil untuk mendapatkan minyak.
Menurut pantauan Juagsumatera com, Jum,at sore (11/9/206) dibeberapa SPBU terjadi antrian panjang mobil dump’ truk dan mobil pribadi. Di SPBU Bangkinang Kota antrian panjang sudah sampai ke badan jalan dan mobil antri 2 jalur.
Begitu di SPBU simpang Stanum juga terjadi antrian panjang mobil dump truk dan mobil pribadi di badan jalan. Hal serupa juga terjadi di SPBU Salo, mobil dump truk dan mobil pribadi terjadi antrian panjang di badan jalan untuk antri mendapatkan minyak Solar subsidi.
Salah seorang warga Kuok, Dedi mengatakan kelangkaan minyak Solar subsidi didaerah Kabupaten Kampar sudah lama terjad. Terlambat kita antri di SPBU minyak habis dan kita tidak dapat minyak.
“Di Negeri minyak terjadi kelangkaan minyak, terutama minyak Solar subsidi. Kita harus antri berjam – jam lamanya untuk mendapatkan minyak Solar. Kita sedih dan marah melihat kelangkaan minyak di Kampar,” tegas nya.
Kita menduga kelangkaan minyak Solar subsidi didaerah Kabupaten Kampar karena terlalu banyak nya minyak Solar subsidi mengalir ke industri pertambangan dan perkebunan untuk alat berat mereka.
“Parahnya lagi ,sebagian usaha pertambangan batu dan pasir di Kabupaten Kampar tidak punya izin dan mereka pun ikut serta menikmati minyak Solar subsidi,” ungkapnya Dedi.
Seharusnya mereka (usaha pertambangan) memakai minyak industri. Tetapi faktanya dilapangan minyak Solar subsidi banyak mengalir ke usaha pertambangan melalui mobil pelangsir.
Salah seorang warga Bangkinang Kota yang tidak mau disebut namanya dengan tegas mengatakan, terlalu banyak nya mobil dump truk dan mobil pribadi pelangsir minyak Solar subsidi.
“Banyak nya mobil pelangsir di SPBU berdampak kepada antrian panjang mobil di SPBU dan kita sebagai masyarakat dirugikan dengan kondisi tersebut, karena antri berjam – jam lamanya untuk mendapatkan minyak Solar,” terangnya. (tim)


