Moskow, Juangsumatera.com – Ukraina melancarkan serangan drone ke terminal minyak utama di St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia. Serangan tersebut diumumkan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Dilansir dari BBC dan dikutip dari detiknews, Minggu (5/7/2026), Zelensky menyebut terminal minyak itu sebagai “infrastruktur kunci” yang menjadi sumber pendapatan bagi Rusia untuk membiayai perang.
Ukraina juga mengklaim pangkalan utama Angkatan Laut Rusia di wilayah tersebut turut menjadi sasaran serangan.
Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov mengatakan kotanya mengalami serangan drone dalam skala besar.
Ia mengonfirmasi terminal minyak tersebut terkena serangan, namun menyatakan tidak ada korban jiwa.
Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia.
Kyiv mengklaim hampir 43 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia telah dinonaktifkan akibat serangan tersebut. Namun, klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Ukraina menegaskan fasilitas minyak dan gas Rusia merupakan target yang sah karena Moskow bergantung pada ekspor bahan bakar fosil untuk mendanai operasi militernya.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu mengakui negaranya mengalami kekurangan bahan bakar akibat serangan Ukraina.
Pada Sabtu (4/7), Putin juga menandatangani undang-undang yang bertujuan meningkatkan pasokan bahan bakar ke pasar domestik guna mengatasi krisis yang semakin memburuk.(Red)


