By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara Pemburu Minyak Rusia
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara Pemburu Minyak Rusia

By Redaksi Published 20 April 2026
Share
3 Min Read
Presiden Rusia Vladimir Putin
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Malaysia mengumumkan untuk masuk dalam jejeran negara yang turut mengincar pasokan minyak dari Rusia. Ini menambah panjang daftar negara-negara Asia Tenggara yang mengantre untuk mendapatkan pasokan minyak dari Rusia.

Selain Malaysia, sebelumnya sudah ada Indonesia, Filipina dan Vietnam yang telah lebih dulu “berburu” pasokan dari Rusia. Upaya tersebut dilakukan di tengah krisis energi, imbas konflik Amerika Serikat (AS)-Israel yang menyerang Iran dalam 8 pekan terakhir.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Sabtu (18/4) menyatakan bahwa perusahaan minyak nasional yakni Petronas, bersiap bernegosiasi dengan Rusia untuk membeli minyak dan memastikan kecukupan pasokan untuk kebutuhan domestik, sebagaimana dilaporkan oleh The Star, mengutip dari Channel News Asia, Minggu (19/4/2026) dan dilansir dari CNN Indonesia.

Anwar mencatat bahwa banyak negara Eropa dan Amerika yang sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia, kini justru bersaing untuk membeli minyaknya.

“Untungnya, hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Oleh karena itu, tim Petronas dapat bernegosiasi dengan mereka,” ungkapnya seperti dikutip harian berbahasa Melayu, Sinar Harian.

Anwar mengatakan pada Sabtu (18/4), bahwa upaya diplomatik dini yang dilakukan pihaknya adalah memastikan kapal tanker minyak Malaysia menjadi salah satu yang pertama melewati rute kritis di Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir. Keberhasilan ini membantu mencegah gangguan besar pada rantai pasokan energi di Negeri Jiran.

Alhamdulillah, satu kapal tanker minyak Petronas tiba dengan selamat di Kompleks Terintegrasi Pengerang (pada Jumat (17/4). Pengiriman ke Pengerang sangat krusial karena proses pemurnian hanya bisa dilakukan di sana,” tuturnya seperti dikutip oleh Free Malaysia Today.

Secara terpisah, Petronas sebelumnya menyatakan pasokan bahan bakar di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar seluruh negeri aman hingga akhir Juni, memperpanjang proyeksi sebelumnya selama satu bulan.

Beberapa negara Asia Tenggara lainnya juga telah menghubungi hingga menyepakati perjanjian untuk membeli minyak Rusia. Beberapa negara tersebut yakni Indonesia, Filipina dan Vietnam.

Pada Senin (13/4) Presiden Indonesia Prabowo Subianto menemui langsung Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Berkat pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengantongi kesepakatan kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral. Itu termasuk minyak dan gas, keamanan energi, hingga hilirisasi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah (crude) dari Rusia bakal dieksekusi dalam waktu dekat. Apabila memungkinkan, minyak Moskow dikirim ke Indonesia pada April 2026 ini.

“Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan (bisa dikirim) Insyaallah,” ujar Bahlil ditemui di Kantornya, Jumat (17/4).

Di sisi lain, Sekretaris Energi Filipina Sharon Garin menyatakan bahwa negaranya telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang dispensasi pembelian minyak dan produk minyak Rusia. Filipina, yang bulan lalu menetapkan status darurat energi nasional, juga tengah melirik pemasok dari Amerika Selatan dan Amerika Utara.

Adapun Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dilaporkan telah melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada akhir Maret untuk menandatangani beberapa perjanjian, termasuk kerja sama minyak dan gas. (ins/red)

Redaksi 20 April 2026 20 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Uni Eropa Didesak Spanyol Untuk Akhiri Perjanjian Asosiasi dengan Israel
Next Article Israel Perintahkan Serangan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Israel Perintahkan Serangan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

20 April 2026
Nasional

Uni Eropa Didesak Spanyol Untuk Akhiri Perjanjian Asosiasi dengan Israel

20 April 2026
Nasional

Houthi Yaman Siaga Tinggi Hadapi Ancaman Serangan AS dan Israel

19 April 2026
Nasional

TNI AL Jelaskan Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka

19 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?