By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Netanyahu Akan Dialog dengan Presiden Lebanon
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Netanyahu Akan Dialog dengan Presiden Lebanon

By Redaksi Published 16 April 2026
Share
4 Min Read
PM Israel, Benjamin Netanyahu
SHARE

TEL AVIV, Juangsumatera.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (16/4) waktu setempat. Ini akan menjadi pembicaraan pertama dalam beberapa tahun terakhir antara pemimpin kedua negara yang bertetangga tersebut.

Keterangan yang disampaikan Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel, yang merupakan anggota Partai Likud yang menaungi Netanyahu itu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026) dan dikutip dari detiknews, menjadi konfirmasi pertama dari sumber resmi Israel soal pembicaraan yang akan berlangsung.

“Perdana Menteri (Netanyahu) akan berbicara untuk pertama kalinya dengan Presiden Lebanon setelah bertahun-tahun dialog antara kedua negara terputus total,” kata Gamliel saat berbicara kepada Israeli Army Radio pada Kamis (16/4).

Rencana dialog antara Netanyahu dan Aoun itu pertama kali diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengatakan via Truth Social bahwa “para pemimpin” Israel dan Lebanon akan berbicara pada Kamis (16/4) waktu setempat, yang merupakan pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir.

Gamliel, dalam pernyataannya, menyebut pembicaraan kedua pemimpin itu sebagai “langkah bersejarah” bagi Israel.

“Kita mengambil langkah-langkah bersejarah di setiap tingkatan — beralih dari sekadar penangkalan, seperti di masa lalu, ke pemberantasan total setiap potensi ancaman dari mereka yang berupaya membahayakan warga negara Israel,” ucapnya, merujuk pada kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Otoritas Lebanon belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan dialog tersebut. Namun sumber resmi Lebanon mengatakan kepada AFP bahwa: “Kami tidak mengetahui adanya rencana kontak dengan pihak Israel, dan kami belum menerima informasi apa pun melalui saluran resmi.”

Sedangkan Aoun, dalam pernyataan terbaru pada Kamis (16/4), menekankan pentingnya gencatan senjata sebelum negosiasi langsung dilakukan dengan Israel.

“Gencatan senjata yang diminta Lebanon dengan Israel adalah titik awal yang alami untuk negosiasi langsung antara kedua negara,” kata Aoun dalam pernyataannya. Dia tidak membahas soal rumor pembicaraan antara dirinya dan Netanyahu.

Kantor Netanyahu, ketika ditanya oleh AFP, menolak berkomentar mengenai kemungkinan pembicaraan yang akan berlangsung.

Rencana pembicaraan antara pemimpin Israel dan Lebanon itu mencuat setelah pertemuan langsung yang tergolong langka digelar antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, AS, pada Selasa (14/4) waktu setempat, untuk membahas negosiasi langsung antara kedua negara. Pertemuan itu menjadi pertemuan langsung pertama antara pejabat senior dari kedua negara sejak tahun 1993 silam.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, setelah kelompok Hizbullah yang bermarkas di negara itu dan didukung Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel. Sejak saat itu, rentetan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya.

Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa dalam pembicaraan dengan Lebanon, Israel memiliki dua tujuan utama, yakni pembubaran Hizbullah dan perdamaian berkelanjutan yang “dicapai melalui kekuatan”.

Sementara Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad, mengatakan dirinya menyerukan gencatan senjata di Lebanon selama pertemuan itu, yang sejauh ini ditolak oleh Tel Aviv. (nvc/idh/red)

Redaksi 16 April 2026 16 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Imigrasi Deportasi 13 WNA Asal Jepang, Terkait Penipuan Daring
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Pembangunan Huntap di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Deadline Pekan Depan

16 April 2026
Nasional

Eks Kepala BAIS : Tim Pengawas Intelijen DPR Tidak Berguna

16 April 2026
Nasional

Netanyahu Tegaskan Dua Target: Bubarkan Hizbullah dan Perdamaian

16 April 2026
Nasional

1 Juta Warga Eropa Tanda Tangan Petisi UE Putus Dari Israel

15 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?