JAKARTA, Juangsumatera.com – Militer Israel menegaskan akan terus menggempur kemampuan Iran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya serangan balasan yang menyebabkan belasan orang terluka.
Dilansir AFP, Rabu (25/3/2026), seorang wanita dilaporkan tewas di Israel utara akibat serangan roket dari Lebanon. Wilayah tersebut diketahui menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Militer Israel menyebut, hingga Selasa malam, pihaknya telah mengeluarkan 12 peringatan terkait rudal Iran yang terdeteksi sejak tengah malam.
Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengatakan dalam 24 jam terakhir pihaknya telah melancarkan beberapa gelombang serangan ke berbagai titik di Iran.
“Selama 24 jam terakhir kami telah melakukan beberapa gelombang serangan di seluruh Iran. Kami menyerang pusat komando, lokasi peluncuran, dan fasilitas produksi rudal rezim,” kata Defrin dalam pengarahan yang disiarkan televisi, dikutip dari detiknews.
Ia menegaskan, serangan Israel menyasar seluruh rantai sistem rudal Iran, mulai dari proses produksi hingga peluncuran.
“Kami menyerang setiap mata rantai dalam rantai rudal, dari pabrik pembuatan hingga peluncur dan rudal itu sendiri,” ujarnya.
Defrin juga mengklaim intensitas peluncuran rudal Iran mulai menurun, dengan rata-rata sekitar 10 rudal per hari. Namun, ia menyebut Iran kini mengubah strategi dengan meluncurkan serangan dalam skala lebih besar yang menyasar pusat-pusat populasi.
“Iran berusaha memusatkan upayanya setiap beberapa hari sekali dan menembak dalam skala yang lebih besar, terutama ke arah pusat-pusat populasi,” katanya.
Ia menambahkan, militer Israel akan terus memburu dan menargetkan personel hingga komandan dalam jajaran rudal Iran.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, layanan darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan tim medis mengevakuasi korban akibat serangan rudal di wilayah Bnei Brak, Israel tengah.
Sebanyak sembilan orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang pria berusia 23 tahun yang mengalami luka sedang akibat pecahan peluru. Delapan korban lainnya mengalami luka ringan, di antaranya enam anak-anak.(red)


