By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Dede Yusuf: Kasus Fadia Arafiq Jadi Pelajaran bagi Kepala Daerah
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Dede Yusuf: Kasus Fadia Arafiq Jadi Pelajaran bagi Kepala Daerah

By Redaksi Published 6 Maret 2026
Share
1 Min Read
Foto: Fadia Arafiq
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, berharap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah di Indonesia.

Menurut Dede, setiap calon kepala daerah seharusnya memahami birokrasi, administrasi pemerintahan, serta aturan perundang-undangan sebelum menjabat.

“Saya rasa siapa pun yang ingin menjadi kepala daerah harus memahami birokrasi, harus belajar administrasi, dan juga harus belajar undang-undang, termasuk undang-undang terkait pemerintahan daerah, apalagi jika sudah menjadi incumben beberapa kali,” kata Dede, Kamis (5/3/2026) dikutip dari detiknews.

Ia menilai kasus yang menjerat Fadia dapat menjadi pengingat bagi kepala daerah lainnya agar lebih memahami tata kelola pemerintahan. “Saya rasa ini menjadi pelajaran setiap kepala daerah,” ujarnya.

Dede juga menyinggung pentingnya sistem kaderisasi di partai politik dalam menyiapkan calon kepala daerah. Menurut dia, kaderisasi diperlukan agar para calon pemimpin daerah memahami batasan serta aturan yang berlaku.

“Itu juga mengapa perlunya sistem kaderisasi partai politik bagi calon kepala daerah, yaitu memahami dulu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh sesuai aturan perundang-undangan,” kata Dede. (red)

Redaksi 6 Maret 2026 6 Maret 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Australia Kirim 2 Pesawat Militer ke Timur Tengah Untuk Evakuasi Warga
Next Article MPR Respon Penutupan Selat Hormuz
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Dasco : UU Ketenagakerjaan Baru Ditarget Rampung Akhir 2026

1 Mei 2026
Nasional

Iran Ingatkan AS Soal Babak Baru Perang Bakal Jadi Bencana

1 Mei 2026
Nasional

Pekerja Outsourcing Dibatasi Hanya 6 Sektor

1 Mei 2026
Nasional

PKB Kaji Usulan Yusril Terkait Ambang Batas Parlemen Sesuai Jumlah Komisi

1 Mei 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?